Vitamin D

Bermanfaat Mencegah Flu?

FOTO | ISTIMEWAVitamin D
A A A

Di musim ini mungkin banyak orang tak tertular infeksi seperti flu jika mendapatkan cukup suplemen vitamin D. Studi baru menemukan vitamin D melindungi kita dari infeksi pernapasan akut.

Suplemen vitamin D merupakan topik debat hangat di kalangan medis beberapa tahun belakangan ini. Beberapa ahli berpendapat manfaat vitamin ini masih belum pasti. Tetapi secara resmi disebutkan, vitamin D penting untuk menjaga kesehatan tulang dan otot.

Tahun lalu Public Health England menyebutkan masyarakat secara umum tak mendapatkan kebutuhan 10 mikrogram vitamin D sehari dari sinar matahari di musim dingin.

Studi terakhir yang diterbitkan di British Medical Journal menemukan, mengonsumsi vitamin D yang juga disebut vitamin sinar matahari memiliki manfaat selain untuk kesehatan tulang dan otot, juga melindungi kita dari infeksi pernapasan akut.

Hasil dari studi itu sesuai dengan observasi bahwa flu paling lazim terjadi selama musim dingin dan semi ketika kadar vitamin D berada di tingkat terendah.

Infeksi saluran pernapasan adalah infeksi pada sinus, tenggorokan, jalan napas atau paru-paru dan dapat berlangsung sampai 30 hari.

Pilek adalah infeksi saluran pernapasan yang paling luas. Selain itu ada infeksi telinga, bronkitis dan pneumonia.

Paling tidak 70 persen populasi mengalami paling tidak satu infeksi pernapasan akut setiap tahun. Dan sekitar seperempat populasi Inggris berkunjung ke dokter setiap tahun untuk mendapatkan pengobatan.

Infeksi pernapasan akut menyebabkan 300 ribu orang dirawat di rumah sakit. Penyakit itu pun menyebabkan 35 ribu kematian di seluruh Inggris setiap tahun.

Riset baru ini dipimpin oleh akademisi dari Queen Mary University of London (QMUL). Mereka menganalisa data dari hampir 11 ribu peserta berusia sampai 95 tahun yang ikut dalam 25 uji klinis di 14 negara, termasuk Inggris.

Studi itu menyimpulkan suplementasi dapat membantu mencegah infeksi saluran pernapasan akut, khususnya bagi kalangan yang kekurangan vitamin D.

Setelah menyesuaikan faktor-faktor berpengaruh potensial, peneliti menemukan bahwa suplementasi vitamin D memotong proporsi peserta yang mengalami paling tidak satu infeksi saluran pernapasan akut sampai 12 persen.

Pemimpin penelitian Prof. Adrian Martineau dari QMUL mengungkapkan bahwa diasumsikan populasi Inggris ada 65 juta orang dan 70 persen mengalami setidaknya satu infeksi pernapasan akut setiap tahun.

"Suplemen vitamin D harian atau mingguan akan membuat 3,25 juta orang lebih sedikit yang akan mengalami paling tidak satu infeksi pernapasan akut dalam setahun."

Para ahli mengatakan studi tersebut memiliki dampak terhadap kebijakan kesehatan masyarakat, termasuk kemungkinan penambahan vitamin D pada makanan untuk mengatasi kekurangan vitamin tersebut di Inggris.

Prof. Martineau menambahkan,"Intinya adalah efek perlindungan suplementasi vitamin D paling kuat untuk mereka yang memiliki kadar vitamin D paling rendah dan ketika suplementasi diberikan setiap hari atau setiap minggu."

"Penambahan vitamin D pada makanan, memberikan asupan vitamin D terus-menerus dengan kadar rendah yang secara virtual menghilangkan kekurangan vitamin D di beberapa negara," katanya.

"Dengan mendemonstrasikan manfaat baru vitamin D ini, studi kami memperkuat argumen memperkenalkan penambahan vitamin itu pada makanan untuk memerbaiki kadar vitamin D di negara seperti Inggris di mana kekurangan vitamin D adalah kelaziman," tambahnya.

Hanya berlaku bagi mereka yang berisiko tinggi penyakit tulang

Tetapi dalam sebuah editorial terkait, ahli-ahli lain menyarankan bukti itu tidak mendukung penggunaan suplementasi vitamin D untuk mencegah penyakit, kecuali bagi mereka yang berisiko tinggi penyakit tulang.

Mengomentari studi ini, Prof. Louis Levi, kepala ilmu nutrisi Public Health England mengatakan, berdasarkan bukti yang ditinjau oleh Scientific Advisory Committee on Nutrition (SACN), kami merekomendasikan kelompok populasi tertentu untuk mengasup suplemen vitamin D 10 mikrogram setiap hari selama setahun dan semua orang untuk mengonsumsinya selama bulan-bulan musim gugur dan dingin untuk menjaga kesehatan tulang.

"Bukti vitamin D dan infeksi itu tidak konsisten dan studi ini tidak memberikan bukti cukup untuk mendukung rekomendasi vitamin D untuk mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan," katanya.

Sumber:kompas.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...