Google & Samsung

‘Berebut’ Perusahaan Kesehatan Nokia

FOTO | IstimewaIlustrasi
A A A

JAKARTA - Nokia semakin mantap dalam keputusan mereka untuk melepas divisi kesehatan dari perusahaan mereka. Hal ini dikarenakan mereka merasa biaya untuk menjalankan Nokia Health terlampau besar.

Atas keputusan ini, dikabarkan beberapa perusahaan teknologi besar, seperti Google dan Samsung dikabarkan bersaing untuk mendapatkan divisi tersebut. Hal ini ditandai dengan dimulainya pendekatan kedua perusahaan tersebut kepada Nokia.

Mengutip dari laman Android Authority, Senin (23/4/2018), alasan kedua perusahaan tersebut ingin meminang Nokia Health adalah karena mereka ingin mengembangkan perangkat wearable mereka untuk mempermudah para penggunanya menjalankan kehidupan mereka.

Hal ini dikarenakan Withings, perusahaan Perancis yang dibeli Nokia pada 2016 tersebut, memang memiliki spesialisasi dalam perangkat terhubung. Terlebih lagi, mereka telah membuat beberapa alat kesehatan canggih, seperti sistem tidur pintar, pelacak aktivitas, monitor tekanan darah, dan lainnya.

Selain kedua Google dan Samsung, dikabarkan ada beberapa perusahaan Prancis yang juga menginginkan Nokia Helath. Para perusahaan tersebut dikabarkan berani menawarkan harga yang menarik, meski masih belum disebutkan angka pastinya.

Sekadar informasi, Nokia membeli Withings pada 2016 silam dengan nilai transaksi seharga USD192 juta atau sekira Rp2,67 triliun. Whitisngs kemudian dilebur dengan divisi Nokia Health, setelah transaksi ini selesai.

Dari pembelian ini, Nokia telah menelurkan beberapa perangkat kesehatan. Mulai dari tempat tidur pintar, smartwatch, dan beberapa peralatan lain yang memiliki unsur kesehatan di dalam perangkat tersbut.

Sayangnya, tahun lalu perusahaan asal Finlandia tersebut mengumumkan jika pengeluaran untuk Whitings per tahun sebesar USD172 juta atau sekira Rp2,4 triliun terlalu besar. Hal ini menyebabkan mereka memilih untuk menjual Withings.

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Tekno

Komentar

Loading...