Awas!

Benda-Benda di Pesawat Bisa Menyebarkan Bakteri

FOTO | BusinessinsiderIlustrasi
A A A

BANYAK orang yang sering sakit setelah melakukan perjalanan panjang menggunakan pesawat terbang. Penyakit yang sering menyerang adalah flu. Banyak orang mengira sakit selama terbang disebabkan oleh kabin pesawat yang berisi ratusan orang menjadi tempat berkembang biaknya kuman terlebih udara dihirup bersama-sama. Padahal alasan sebenarnya bukanlah itu.

Menurut International Air Transport Association, filter udara di dalam kabin sebenarnya bisa membunuh 99% bakteri dan kuman selama pesawat terbang di udara. Ditambah lagi sirkulasi udara hanya mengambil setengah dari kabin dan setengahnya lagi dari udara segar yang dipompa dari luar. Masalah utama sebenarnya berasal dari permukaan di dalam pesawat seperti nampan.

Dalam sebuah penelitian mikrobiologi,ditemukan fakta bahwa nampan pesawat adalah sarang bakteri. Para ahli menemukan paling todak ada 2.155 unit pembentuk koloni bakteri dalam setiap inci persegi di nampan. Sedangkan hanya ditemui 265 unit pembentuk koloni bakteri di tombol flush toilet. Bakteri yang banyak ditemukan adalah E. coli.

Banyak profesional kesehatan yang sering mengingatkan agar penumpang pesawat tidak menyentuh apapun di dalam toilet. Sebagai gantinya, mereka bisa menggunakan handuk kertas saat hendak ke toilet. Handuk tersebut dapan digunakan untuk menutup keran atau menekan tombol flush.

Sistem kesehatan Drexel Medicine mengatakan daerah lain untuk terkena bakteri di pesawat adalah ruang penyimpanan di belakang bangku penumpang. “Banyak benda yang tersimpan di dalam jaring dan berpotensi menyebarkan bakteri. Mulai dari potongan kuku hingga popok bekas pakai,” tulis Drexel Medicine seperti yang dikutip dari Business Insider, Rabu (4/10/2017).

Hal itu didukung pula oleh sebuah studi Auburn University. Penelitian tersebut mengatakan bakteri di belakang bangku pesawat dapat bertahan hingga seminggu. Dengan hasil ini, penumpang pun dihimbau untuk tidak menyentuh majalah in-flight atau apapun yang tersimpan di dalamnya. "Meskipun mungkin ada godaan untuk membacanya, pikirkan berapa banyak orang yang telah membolak-balik halaman majalah,” tambah Drexel.

Penyebab lain yang bisa memicu masalah kesehatan adalah jet lag. Tubuh sudah memiliki jam biologisnya sendiri. Penerbangan jarak jauh akan menggangu ritme sirkadian tersebut yang berefek pada masalah kesehatan.

Kode:47
Sumber:detik.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...