Simak Fakta Berikut,

Benarkah Rokok Elektrik Aman Dihisap Daripada Rokok Tembakau?

FOTO | ILUSTRASIIlustrasi
A A A
Ditemukan ada 4 zat yang terdapat pada e-liquid rokok elektrik. Seperti propilen glikol (PG) yang sudah dianggap aman oleh Food and Drugs Administration (FDA). Lalu glicerin yang terbuat dari ekstrak sayuran. Zat ini tidak beracun jika dipanaskan dan hanya membentuk gugus alkohol primer karena reaksi oksidasi,

VAPE atau rokok elektrik menjadi alternatif para perokok yang mulai berhenti. Berdasarkan banyak riset, rokok elektrik dianggap lebih aman dari rokok tembakau berdasarkan proses pembakarannya. Benarkah demikian?

Saat ini, banyak sekali perokok aktif menggunakan vape untuk mengalihkan kebiasaan buruknya. Tapi banyak kajian seputar vape yang menunjukkan kabar gembira bagi penggunanya.

Peneliti dari Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia Dr Amaliya membeberkan hasil penelitian terkait vape yang telah disebarkan. Dari beberapa zat yang terkandung dalam vape benar-benar aman dihisap dan mengandung komponen food grade.

"Ditemukan ada 4 zat yang terdapat pada e-liquid rokok elektrik. Seperti propilen glikol (PG) yang sudah dianggap aman oleh Food and Drugs Administration (FDA). Lalu glicerin yang terbuat dari ekstrak sayuran. Zat ini tidak beracun jika dipanaskan dan hanya membentuk gugus alkohol primer karena reaksi oksidasi," ucapnya lewat informasi yang diterima Okezone, Rabu (6/12/2017)

Dari hasil studi tersebut, banyak kalangan mengklaim bahwa rokok elektrik aman dihisap dibandingkan rokok tembakau. Banyak pula yang mendukung agar regulasi yang dikeluarkan tidak berujung kontraproduktif.

Beberapa hasil penelitian yang dapat dijadikan bahan acuan bisa dilihat dalam data yang dirilis Agensi kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan Inggris Raya, Public Health England (PHE). Temuan menunjukkan bahwa produk nikotin yang dipanaskan menurunkan risiko kesehatan hingga 95% dibanding rokok yang dikonsumsi dengan cara dibakar.

"Jika landasan argumen pelarangannya adalah bahwa vape sama berbahayanya dengan rokok yang dikonsumsi dengan cara dibakar, alangkah baiknya YLKI mengkaji keamanan vape daripada rokok tembakau," beber Dr Amaliya yang juga dosen pengajar di Universitas Padjajaran Bandung.

Vape merupakan produk alternatif rokok yang mengandung nikotin dan tembakau yang dipanaskan dan bukan dibakar. Benda ini diklaim sebagai sebuah hasil inovasi pengganti rokok yang dikonsumsi dengan cara dibakar.

Jika landasan argumen pelarangannya adalah bahwa vape sama berbahayanya dengan rokok yang dikonsumsi dengan cara dibakar, alangkah baiknya YLKI mengkaji keamanan vape daripada rokok tembakau,
Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...