Basarnas,

Belum Pastikan Kordinat Jenazah di Gunung

FOTO | ILUSTRASIPeta
A A A

KUTACANE - Badan SAR Nasional (Basarnas) mengatakan belum memastikan titik kondinat posisi tiga orang korban hilang, dua di antaranya dilaporkan telah meninggal (jenazah) di lereng pegunungan Perkison.

"Untuk kordinat sasaran, sebenarnya belum bisa kita pastikan. Karena laporan warga saat ditemukan ketiga korban, saat itu tidak dibekali apa-apa," kata Kepala Kantor SAR Aceh, Suyatno di Kutacane, Aceh Tenggara.

Dia menjelaskan tim SAR gabungan hanya bisa memprediksi atas keterangan dari informasi yang diberikan empat orang masyarakat ditempatkan di daerah tersebut.

Seperti dilaporkan, Senin (23/1), delapan orang warga telah menemukan tiga orang korban hilang di kawasan pengunungan Perkison yang berprofesi sebagai pencari kayu gaharu.

Dua di antaranya telah meninggal dunia yakni Munjir (33) asal dari Banda Aceh, dan Sembiring (40) asal Medan, dan seorang korban kritis atas nama Bentol (60), warga Desa Tenembak Alas, Kecamatan Deleng Pokhisen, Aceh Tenggara.

Tiga orang tersebut, merupakan bagian dari total enam orang yang berangkat mencari kayu gaharu di kaki pegunungan Perkison berjarak sekitar 30 kilometer dari Kutacane pada Senin, 5 Desember 2016.

"Akan tetapi, dari informasi kita terima bahwa pergerakan masih sama seperti di awal pada tanggal 1 Januari 2017," kata Suyatno.

Hingga saat ini, posko di Kutacane masih belum terhubung dengan tim SAR gabungan yang mencari dengan melalui jalur darat, katanya.

Tercatat Sabtu (14/1), pencarian terhadap tiga korban hilang dihentikan, setelah melakukan upaya mencari selama 14 hari baik dari darat maupun udara dengan menggunakan Helikopter AW139 milik Basarnas.

Tim pertama Basarnas setempat berangkat Ahad (1/1), dan menemukan seorang korban dari lima yang dicari atas nama Ayuman Sastra (30) warga Desa Liang Pangi, Kecamatan Lawe Alas, Aceh Tenggara dalam keadaan selamat.

Disusul tim kedua pada Rabu (4/1), namun mengalami kendala peralatan komunikasi dan terpaksa menempuh jalur cukup ekstrem, sehingga memutuskan untuk kembali Sabtu (7/1).

Terakhir tim ketiga berangkat Ahad (8/7), dengan sasaran mencari empat korban dan menemukan satu korban atas nama Jalal (40) warga Desa Terutung Payung, Kecamatan Bambel dalam keadaan selamat.

Arta (36), warga Terutung Payung, Bambel, sebagai korban yang selamat melaporkan pada Sabtu (31/12), dia tersesat dan menderita kelaparan bersama kelima orang rekannya karena mencari kayu gaharu di pengunungan Perkison.

Kayu gaharu atau bahasa latin aquilaria malaccensis memiliki tinggi pohon 40 meter, dan diameter 60 centimeter mengandung resin beraroma wangi yang dipakai campuran untuk membuat parfum.

Sumber:ANTARA
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...