Trump Tetapkan Tarif US$ 50 M Barang Tiongkok

Beijing Serang Balik

AFPPresiden AS Donald Trump menandatangani nota kepresidenan berisi sanksi perdagangan atas Tiongkok di Gedung Putih, Washington DC, 22 Maret 2018.
A A A

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pihaknya memberlakukan tarif impor sejumlah barang asal Tiongkok senilai US$ 50 miliar pada Jumat waktu setempat (15/6) yang memicu perang dagang dua negara terbesar di dunia. Hal ini membuat Beijing bersumpah akan merespon hal yang sama.

Trump membuat daftar lebih dari 800 impor barang strategis dari Tiongkok yang akan dikenakan tarif 25 persen mulai 6 Juli, termasuk mobil. Hal ini merupakan sikap keras terbaru perdagangan kedua negara.

Namun Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan akan membalas tarif dengan skala dan kekuatan yang sama. Kantor berita resmi Xinhua mengatakan Tiongkok akan memberlakukan tarif 25 persen pada 659 produk AS, mulai dari kedelai, mobil dan makanan laut.

Daftar balas dendam Tiongkok meningkat lebih dari enam kali lipat dari versi yang dirilis pada bulan April, tetapi nilainya sekitar US$ 50 miliar, karena beberapa item bernilai tinggi seperti pesawat komersial telah dihapus.

Hal ini membuat saham Boeing Co, eksportir AS terbesar ke tiongkok ditutup turun 1,3 persen setelah memangkas kerugian sebelumnya. Caterpillar Inc (CAT.N), eksportir besar lainnya ke Tiongkok ditutup turun 2.

Trump mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Amerika Serikat akan memperluas tarif tambahan jika Tiongkok membalas.

Washington dan Beijing tampaknya semakin mengarah ke konflik perdagangan terbuka setelah beberapa putaran perundingan gagal menyelesaikan keluhan AS atas kebijakan industri Tiongkok akan kurangnya akses pasar di Tiongkok dan defisit perdagangan AS sebesar US$ 375 miliar.

"Tarif ini sangat penting untuk mencegah transfer teknologi Amerika yang tidak adil dan kekayaan intelektual ke Tiongkok yang akan melindungi pekerjaan Amerika," kata Trump.

Para analis tidak mengharapkan tarif AS untuk memberikan luka besar bagi ekonomi Tiongkok dan mengatakan perselisihan perdagangan kemungkinan akan terus memburuk.

Kode:47
Sumber:beritasatu.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...