Sebuah kios kecil penjual bahan eceran kelontong di depan Terminal Bus Kota Lhokseumawe ludes dilalap Api sekira pukul 14.30 WIB, terbakarnya kios tersebut diduga akibat konslet listrik lalu menyambar BBM eceran, Sabtu (8/8/2020).

Menjaga Ketahanan Pangan

Bank Aceh Syariah KPO Biayai Penggemukan Sapi

ISTIMEWAPemimpin PT Bank Aceh Syariah KPO, Fadhil Ilyas, didampingi Muchtar Hasan, meninjau lokasi rumah potong hewan di Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh.
A A A

BANDA ACEH - Dalam rangka memastikan tumbuh kembang UMKM di Aceh, Bank Aceh Syariah akan terus mendukung program pengembangan seperti pelatihan, promosi produk, dan pembinaan sektor usaha yang dijalankan oleh nasabah.

Mendindaklanjuti himbauan pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, meminta PT Bank Aceh Syariah untuk mendukung program penguatan pangan di Aceh sekaligus peningkatan pembiayaan produktif.

Sebagai pemegang saham pengendali
Bank Aceh Syariah, Nova meminta bank milik masyarakat Aceh itu terus berkomitmen untuk mendukung pengusaha yang bergerak di bidang produksi pangan melalui skema pembiayaan musyarakah.

Salah seorang penerima pembiayaan Bank Aceh adalah Muchtar Hasan (78), warga Lueng Bata, Kecamatan Luengbata, Banda Aceh, ia sudah menjadi nasabah Bank Aceh Syariah sejak tahun 1970.

Muchtar hingga kini masih setia dengan pekerjaan yang dijalaninya yaitu penyediaan daging sapi bagi warga Banda Aceh dan Aceh Besar.

Di tengah pandemi Covid-19 ini Muchtar masih mampu menyediakan 500 kilogram (Kg) hingga 1 ton daging sapi per hari.

Daging tersebut berasal dari 2-3 ekor sapi yang dipotong pada Rumah Potong Hewan (RPH) Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh.

“Dukungan pembiayaan dari Bank Aceh Syariah sangat membantu aktivitas saya hingga bisa berjalan seperti saat ini,” kata Muchtar.

Diakuinya, sejak pandemi mewabah, permintaan daging sapi menurun hingga 50 persen.

Saat kondisi normal, sebut Mukhtar, rata-rata dia memotong sapi hingga 6 ekor dengan jumlah daging sapi mencapai 1-2 ton per hari.

Masih kata Mukhtar, fasilitas pembiayaan dari Bank Aceh Syariah sudah ia nikmati sekitar 20 tahun.

"Plafon pembiayaan yang dinikmati juga terus bertambah seiring berjalannya waktu," ujarnya.

Hingga kini katanya, meski harga daging sapi di pasaran sudah mencapai Rp130.000/kg, namun Muchtar Hasan masih setia menggunakan produk dana pihak ketiga dan pembiayaan yang diberikan oleh Bank Aceh Syariah.

“Pembiayaan yang diberikan oleh Bank Aceh Syariah sangat membantu saya dalam menjalankan kegiatan bisnis," ungkapnya.

Dari yang dulu kecil ceritanya, hingga sekarang Alhamdulillah sudah berkembang seperti saat ini.

Usaha peternakan dan penyediaan daging sapi sudah dia lakukan secara mandiri sejak tahun 1984 lalu.

“Saat itu, harga daging sapi masih 1.000 rupiah per kilogram,” katanya.

Pembiayaan komitmen PT Bank Aceh Syariah KPO

Pemimpin PT Bank Aceh Syariah Kantor Pusat Operasional (KPO), Fadhil Ilyas mengatakan, fasilitas pembiayaan kepada Muchtar Hasan merupakan komitmen PT Bank Aceh Syariah (BAS) KPO kepada sektor UMKM yang sudah berjalan selama puluhan tahun.

“Pak Muchtar Hasan merupakan satu di antara banyak pengusaha UMKM binaan BAS yang masih eksis hingga saat ini," kata Fadhil Ilyas.

Di tengah pandemi, komitmen untuk terus menjaga kontribusi pangan melalui UMKM di Aceh. BAS akan terus mendukung sejumlah program pengembangan seperti pelatihan, promosi produk, dan pembinaan sektor usaha yang dijalankan oleh nasabah.

Covid-19 memberi dampak bagi kehidupan masyarakat. Satu di antaranya adalah ketersediaan pangan sebagai kebutuhan primer. Karena itu ketersediaan pangan memegang peran penting di tengah suasana pandemi.

"Menjaga distrubusi pangan kepada masyarakat menjadi awal kunci sukses dalam penerapan protokol kesehatan," ujar Fadhil.

Dia juga menyatakan dalam waktu dekat Bank Aceh KPO juga akan mengadakan pelatihan online untuk nasabah pembiayaan.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...