Anggota Komisi II DPR Aceh Sulaiman SE mengaku terkejut setelah mendengar kabar bahwa Provinsi Aceh harus impor garam dari Thailand. Bahkan komoditas tersebut termasuk dalam komoditas impor terbesar ke Provinsi ujung barat Indonesia. Dimana berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Provinsi Aceh pada Mei 2020 sebesar US$ 245 ribu.

Bank Aceh Kerja Bagus, Setor Deviden Rp265 Milyar

ISTIMEWABank Aceh Syariah (BAS) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2019
A A A

BANDA ACEH -Bank Aceh Syariah (BAS) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2019, yang diselenggarakan di pendopo Gubernur Aceh, Selasa 16 Juni 2020.

RUPS dihadiri oleh seluruh pemegang saham yang terdiri dari Plt Gubernur dan Bupati/Walikota se-Aceh.

Yang menarik dari RUPS kali ini, seluruh pemegang saham menerima hasil laporan pertanggungjawaban kinerja Bank Aceh tahun buku 2019 juga pengesahan rencana kerja dan anggaran Bank tahun 2020.

Hal itu terjadi karena BAS berhasil membukukan laba sebesar Rp545, 850 milyar dengan total aset Rp25 triliun sehingga dilakukan pembagian devien kepada pemegang saham sebesar Rp265 milyar.

Direktur Utama Haizir Sulaiman melalui Sekretariat Perusahaan Sayed Zainal Abidin, mengatakan, Bank Aceh sumbang deviden Rp265 Milyar sebagai bentuk kontribusi nyata bagi daerah untuk Pendapatan Asli Daerah (PAA). Devidennya juga meningkat 5 Milyar dari tahun 2018 sebesar 260 M.

"Deviden ini akan kita setorkan kepada kas daerah masing- masing pemegang saham pemprov dan pemkab/pemkot sebagai pemegang saham yang direalisasikan dalam bentuk Penerimaan daerah murni sesuai dengan share saham/modal masing-masing daerah dan jumlah alokasi deviden sudah diputuskan melalui RUPS tahun 2019 tadi siang," kata Sayed Zainal Abidin, Selasa (16/6/2020).

Penyelenggaraan RUPS ini merupakan agenda rutin yang diadakan oleh PT Bank Aceh Syariah sebagaimana yang dituangkan dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 dan AD/ART PT. Bank Aceh Syariah Nomor 47 Tahun 2016.

Namun RUPS pada tahun ini diselenggarakan sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun diadakan dalam kondisi pandemi covid-19, sehingga RUPS terpaksa diadakan melalui video conference di masing-masing pendopo Bupati dan Walikota se-Aceh, denga mengikuti standar protokoler kesehatan.

Sekretariat Perusahaan Sayed Zainal Abidin mengatakan bahwa deviden tersebut sebagai kontribusi Bank Aceh Syariah dalam menyumbang Pendapatan Asli Aceh (PAA) yang menjadi salah satu kontribusi untuk pembangunan daerah.

Sementara Plt Gubernur Aceh selaku pemegang saham pengendali mengharapkan kepada jajaran manajemen PT Bank Aceh Syariah agar serius dan fokus dalam meningkatkan layanan perbankan terutama dalam digitalisasi perbankan yang merupakan keharusan untuk menyahuti kebutuhan nasabah.

"Digitalisasi ini penting untuk kemudahan layanan bagi nasabah juga sebagai upaya daya saing kepada para kompetitor," katanya.

Selain itu upayakan seluruh masyarakat dapat menjangkau jaringan Bank Aceh serta IT Bank Aceh diupgrade untuk memberikan layanan yang lebih baik.

"Tidak hanya itu penyaluran pembiayaan ke sektor produktif agar lebih ditingkatkan lagi," harapnya.

Penyertaan Modal Perlu Ditingkatkan

Pada kesempatan itu, Plt Gubernur Aceh juga mengajak seluruh pemegang saham Bank Aceh Syariah untuk terus mendorong kemampuan PT Bank Aceh Syariah dengan menyertakan penambahan modal sesuai kemampuan daerah masing- masing.

"Sebagai pemilik, seluruh pemegang saham bertanggungjawab atas masa depan Bank Aceh Syariah," tegas Nova.

Plt Gubernur juga mengajak agar seluruh bupati/walikota berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program Bank Aceh dalam mendorong penguatan ekonomi daerah melalui koordinasi yang berkesinambungan.

Saat itu Gubernur juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh masyarakat aceh yang tetap setia serta loyal kepada Bank Aceh.

"Bank ini tumbuh berkembang karena masyarakat," katanya.

Direktur Utama Haizir Sulaiman menyampaikan bahwa hingga saat ini Bank Aceh masih menunjukkan kinerja yang positif dan memberikan kontribusi yang maksimal kepada para shareholder dan stakeholder.

"Alhamdulillah semua karyawan bekerja cukup bagus, dan kinerja ini terus kita jaga dan kita tingkatkan sesuai harapan semua masyarakat Aceh," tutur Haizir.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...