Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) kembali medesak Plt Gubernur untuk mempublikasikan penggunaan anggaran hasil refocusing maupun BTT dalam APBA 2020. AMA mengaku tidak berhenti menyuarakan hal tersebut sebelum tuntuntan mareka terpenuhi. Aliansi Mahasiswa Aceh memandang ada hal urgensi saat ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh selama masa Pandemi COVID -19, seperti sektor kesehatan, pendidikan maupun sektor ekonomi.

Bank Aceh Harus Mampu Menguasai Pasar dan Disegani Bank Kompetitor

ISTIMEWALogo Bank Aceh
A A A

BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah mengakui Bank Aceh Syariah terus tumbuh berkembang dan dapat memberikan kontribusi terbaik bagi nasabah, masyarakat, dan bagi daerah.

Karena itu lanjut Nova, semua karyawan Bank Aceh secara bersama- sama membangun karakter dan semangat kebersamaan dalam wujud penguatan
silaturrahmi dengan seluruh stakeholder.

"Kita harus yakin, dengan karakter yang kuat dan semangat kebersamaan, kita akan mampu menguasai pasar serta disegani oleh bank kompetitor," ungkapnya.

Dia mengharapkan Bank Aceh Syariah
konsisten dan terus berkembang serta benar-benar dapat menjadi lokomotif ekonomi syariah di Aceh dan Indonesia.

Hal itu diungkapkan Nova Iriansyah pada momen ulang tahun Bank Aceh ke 47, Kamis (6/8/2020).

Kemudian katanya, Bank Aceh diharapkan dapat diwujudkan menjadi Bank Syariah yang tangguh dalam menghadapi berbagai ujian dan tantangan di masa yang akan datang.

"Kita patut bersyukur bahwa setelah 4 tahun bank ini menjadi Bank Umum Syariah, sampai saat ini Bank Aceh mampu terus mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya dalam trend yang positif,"
kata Nova.

Selain itu Nova juga mengatakan, bahwa secara umum kinerja keuangan pada akhir tahun 2019 cukup menggembirakan.

Untuk periode Juni 2020 total aset Bank Aceh mencapai Rp24 triliun, Dana simpanan Pihak Ketiga mencapai Rp21 triliun.

Pada saat bersamaan pertumbuhan pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp15 triliun, serta deviden yang dibagikan sebagai kontribusi Pendapatan Asli Daerah mencapai Rp265 milyar pada tahun 2019.

Seperti diketahui bersama bahwa saat ini dunia tengah dihadapkan pada situasi yang penuh ketidakpastian akibat dampak penyebaran Pandemi COVID-19.

Sehingga terdampak secara sosial dan ekonomi dan menimbulkan keprihatinan bagi semua.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama bahu membahu agar terus meningkatkan kinerja dan peran secara optimal.

Dukung Pertumbuhan Ekonomi dan sektor produktif

Bank Aceh katanya, juga harus terus membangun sinergi dengan seluruh
stakeholder dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Terutama di sektor-sektor produktif agar semangat dan cita-cita pendiri bank ini benar-benar membawa dampak positi dalam membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Nova menegaskan, Bank Aceh harus lebih fokus pada pengembangan
bisnis dan layanan bank yang berorientasi kepada kebutuhan nasabah melalui konsep bisnis berbasis layanan digital banking.

"Saya harapkan peningkatan layanan Bank Aceh ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh seluruh nasabah," kata Nova.

Selain itu sebagai bank daerah yang juga mitra utama masyarakat dan pemerintah, Bank Aceh Syariah tentu harus juga memiliki komitmen yang kuat dalam membina
hubungan industrial dengan lingkungan usahanya melalui kegiatan sosial kemasyarakatan, yang salah satunya melalui program Bank Aceh Syariah Peduli.

"Saya berterima kasih atas berbagai bentuk bantuan yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak COVID-19 di seluruh wilayah kerja PT. Bank Aceh Syariah di Aceh dan Medan, Sumatera Utara," ujarnya.

Hal ini selaras dengan semangat dan tema HUT Bank Aceh ke-47 yaitu “Sinergi, Tangguh dan Peduli”.

Pada usia yang ke-47 ini, seluruh elemen
Bank Aceh Syariah diminta tetap kompak dan solid demi mewujudkan komitmen dalam mengelola bank ini secara amanah dan harapan pemegang saham dan seluruh
masyarakat Aceh.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...