Isu dugaan pembelian tiga unit Kapal Aceh Hebat oleh Pemerintah Aceh yang diduga barang bekas terus bersileweran di laman media sosial. Apalagi setelah terjadi aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Perhubungan Aceh tepatnya di Jalan Mayjend T Hamzah Bendahara No 52, Kuta Alam, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh beberapa waktu lalu. Bermula dari itu, masyarakat di Aceh ingin mengetahui terkait informasi akurat mengenai pengadaan Kapal Aceh Hebat, 1, 2, dan 3 tersebut. "Cuma kita lihat dari luar aja, cuma ditekan tombol besar sebagi bukti peluncuran ke laut. Lalu kami diajak ke tempat makan-makan dengan alasan kapal balik lagi," kata sumber media ini yang mengaku hadir pada saat itu.

Banjir di Aceh Timur Terus Berlanjut

ISTIMEWATerlihat sejumlah rumah warga terendam banjir, Rabu (20/01/2021).
A A A

ACEH TIMUR - Hingga memasuki Tahun 2021, Kabupaten Aceh Timur masih terus digenangi banjir akibat hujan deras sehingga meluapnya sejumlah sungai di kabupaten tersebut.

Banjir yang terjadi kali ini mengakibatkan 4 Desa yang ada di dua Kecamatan terendam banjir, yaitu, tiga gampong di Kecamatan Birem Bayeun, meliputi, Gampong Alur Nyamuk, Gampong Paya Bili Satu dan Gampong Paya Bili Dua, sedangkan di Kecamatan Simpang Jernih merendam satu Gampong, yaitu Pante Kera.

“Banjir ini diakibatkan oleh hujan yang terus menerus turun dengan intensitas tinggi dan menyebabkan meluapnya air sungai di Kecamatan Birem Bayeun,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, Ashadi, Rabu (20/01/2021).

BACA JUGA:Oknum Anggota DPRK Bener Meriah Diduga Terlibat Pembalakan Liar

Ashadi menjelaskan, Gampong Alur Nyamuk banjir mengenangi rumah warga dengan ketinggian air diperkirakan mencapai 20-50 cm, ketinggian air di Gampong Paya Bili mencapai 20-40 cm. Sedangkan di Kecamatan Simpang Jernih di Gampong Pante Kera banjir merendam rumah warga dengan ketinggian air 20-80 cm.

Sementara korban terdampak banjir yaitu di Kecamatan Birem Bayeun sebanyak 185 kepala keluarga (KK) atau 505 Jiwa, sedangkan korban banjir di Kecamatan Simpang Jenih masih dalam pendataan. Warga yang mengungsi mencapai 15 KK atau 45 jiwa. Mereka mengungsi ke rumah tetangga yang lebih aman.

“Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Aceh Timur telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait lainnya guna melakukan pendataan dan tetap bersiaga. Dari laporan terakhir yang diterima oleh Pusdalops BPBA untuk saat ini debit air semakin bertambah di beberapa lokasi,” tutup Ashadi.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...