Sembilan warga Aceh Selatan dilaporkan positif COVID-19 setelah dilakukan uji swab yang dikirim dari Balitbangkes Aceh ke Jakarta. Direktur RSDYA dr Erizaldi MKes SpOg menyampaikan sembilan warga Aceh Selatan yang positif terdiri S (46), l (45),N (46), G (12), A (35), D (25), T (42), M (5), R (24) "Swab secara mandiri yang dilakukan RSUDYA lalu simpelnya dikirim litbankes Aceh, berhubung alat itu sekali pakai sudah habis lalu dikirim ke jakarta hasilnya positif covid 19, ”kata Direktur dr Erizaldi, Minggu (9/8/2020).

Baitul Mal Kota Banda Aceh Salurkan Zakat Fi Sabilillah

ISTIMEWAKetua Baitul Mal Kota Banda Aceh Asqalani
A A A

BANDA ACEH – Pada tahun 2020 ini, Baitul Mal Kota Banda Aceh mengalokasikan dana zakat yang bersifat produktif, salah satunya adalah senif Fi Sabilillah. Senif Fi Sabilillah yaitu orang yang mempertahankan dan memperkuat keagamaan, termasuk pemahaman dan pengetahuannya.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Baitul Mal Kota Banda Aceh Asqalani saat dijumpai disela-sela waktu kerjanya, Kamis (23/7/20).

“Jadi kita serahkan dalam bentuk beasiswa setengah penuh bagi senif Fi Sabilillah tersebut,”ujar Asqalani.

Ditahun ini, Baitul Mal Kota Banda Aceh juga akan memberikan beasiswa kepada anak miskin yang yatim dan anak miskin bukan yatim.

Beasiswa tersebut diberikan kepada anak dari tingkat SD dan SMP. Untuk setiap gampong, akan diberikan kepada 1-2 orang anak. Selanjutnya, Ketua Baitul Mal Gampong bersama keuchik/ Ketua Dewan Pengawas yang akan menetapkan siapa yang lebih layak untuk menerima beasiswa tersebut.

“Belum banyak memang, namun demikian ke depan jika lebih besar penerimaan zakatnya, maka akan semakin banyak pula beasiswa yang kita alokasikan,”paparnya.

Anak-anak yang sudah memenuhi persyaratan dan direkomendasikan oleh Ketua Baitul Mal Gampong dan kepala desanya akan mendatangi kantor Baitul Mal untuk menyelesaikan administrasi. Nantinya, zakat beasiswa ini akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing anak yang menerima zakat beasiswa. “Jadi ada proses administrasi yaitu pembuatan rekening.”

Beasiswa tersebut diberikan setiap bulan sebanyak Rp.300 ribu, tetapi proses pen-transferan zakat dilakukan tiga (3) bulan sekali.

Meski demikian, Baitul Mal Kota Banda Aceh tetap melakukan monitoring terhadap prestasi anak di sekolah. “Jadi jika anak itu terlalu malas atau tidak mau sekolah maka bisa saja dihentikan. Maka itu harus ada peran orang tua juga untuk mendorong anaknya agar menjaga kesinambungan dia belajar secara intensif,” kata Asqalani.

Ke depan, kata Asqalani, pihaknya ingin menggunakan pencatatan penerima beasiswa secara modern. Hal ini dimaksudkan agar penerima manfaat zakat maupun Muzakki ( orang yang berzakat) bisa melihat langsung kepada siapa zakat tersebut disalurkan. “Kita ingin bangun ke depan tata laksana penyaluran zakat itu menggunakan teknologi informasi .”

Asqalani berharap kepada orang tua anak agar semakin menyadari bahwa ini merupakan hikmah yang Allah berikan dari sumber dana zakat.

“Kami berharap bahwa ke depan mereka harus lebih giat untuk mencari rezekinya, supaya dapat keluar dari angka kemiskinan itu, karena Allah itu lebih menyukai orang yang tangannya di atas, dan jauh lebih baik,” harapnya.

Parti (44), salah satu orang tua penerima zakat beasiswa mengaku sudah mendapatkan zakat beasiswa ini selama dua (2) tahun dan sekarang memasuki tahun ke tiga (3). Anaknya kini duduk di kelas 3 SMP dan bersekolah di salah satu sekolah yang ada di Banda Aceh.

“Kita enggak mampu, kalau ada untuk biaya dia (anaknya) sudah syukur.” Tandas Parti saat dijumpai di Baitul Mal yang juga merupakan warga Kecamatan Lueng Bata.

Rubrik:BANDA ACEH

Komentar

Loading...