Yulindawati, Warga Ulee Kareng, narasumber peHTem edisi Senin 21 Juni 2021 episode 49 dengan tema: Dewan Ajak Warga Belanja di Pasar Al Mahirah, Ini Kata Warga, dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Abaikan China

AS Setujui Penjualan 66 Jet Tempur ke Taiwan

FOTO | AFPMike Pompeo selaku Menlu AS mengatakan bahwa pihaknya menyetujui penjualan ini setelah Presiden Donald Trump memberikan lampu hijau.
A A A

JAKARTA- Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyetujui penjualan 66 jet tempur F-16 ke Taiwan, satu langkah yang diprediksi kuat bakal menyulut amarah China.

Mike Pompeo selaku Menteri Luar Negeri AS mengatakan bahwa pihaknya menyetujui penjualan ini setelah Presiden Donald Trump memberikan lampu hijau pekan lalu.

Menurut Pompeo, penjualan ini sesuai dengan kesepakatan senilai US$8 miliar antara AS dan Taiwan.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Taiwan akan mendapatkan jet tempur versi teranyar buatan Lockheed Martin, F-16C/D Block 70.

Pompeo pun menyebut kesepakatan ini sesuai dengan kebijakan AS tanpa maksud merusak hubungan dengan China.

"Tindakan kami sesuai dengan kebijakan AS. Kami hanya mengikuti komitmen yang sudah kami buat dengan semua pihak," ucap Pompeo seperti dilansir AFP.

Kesepakatan ini tercapai saat Taiwan sedang berupaya menguatkan pertahanan udaranya di tengah peningkatan penerobosan militer China ke ruang udara mereka.

China sendiri menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya di bawah prinsip "Satu China." Namun, Taiwan selalu menyerukan kemerdekaan penuh dari China.

Ketika kabar mengenai penjualan jet tempur dan sejumlah alutsista AS lainnya ke Taiwan semakin santer tersebar, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Geng Shua, pun angkat bicara.

Ia mengatakan bahwa penjualan senjata AS ke Taiwan benar-benar melanggar kesepakatan antara Washington dan Beijing dan "sangat mengganggu keadaan dalam negeri China."

"[AS] harus segera membatalkan rencana penjualan senjata dan menghentikan penjualan senjata juga hubungan militer dengan Taiwan," ucap Geng.

Ia kemudian berkata, "Jika tidak, AS akan menghadapi semua konsekuensinya."

AS memang merupakan negara pemasok senjata utama bagi Taiwan. Kedua negara sebenarnya tidak memiliki hubungan resmi, tapi AS terikat hukum untuk membantu Taiwan mempertahankan diri.

Sumber:CNN Indonesia
Rubrik:DUNIA

Komentar

Loading...