AS Kembali Sentil Pembangunan Permukiman Israel

FOTO | IstimewaKerry mengatakan pembangunan dan perluasan permukiman di tanah Palestina adalah ancaman terbesar bagi upaya damai antara Israel dan Palestina.
A A A

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) kembali menyentil Israel terkait dengan pembangunan permukiman yang dilakukan di tanah Palestina. Sentilan terbaru disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS John Kerry dalam pidatonya semalam.

Dalam pidatonya, Kerry mengatakan pembangunan dan perluasan permukiman di tanah Palestina adalah ancaman terbesar bagi upaya damai antara Israel dan Palestina, yang saat sedang mati suri.

"Ekspansi permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki mengancam, baik harapan bagi perdamaian dengan Palestina dan masa depan Israel sendiri sebagai negara demokrasi," kata Kerry, seperti dilansir Al Jazeera pada Kamis (29/12).

Kerry juga mengatakan, Israel harus memilih untuk menjadi negara Yahudi atau menjadi negara demokrasi. Menurutnya, kedua hal tersebut tidak bisa disatukan.

"Agenda permukim adalah mendefinisikan masa depan di Israel Dan tujuan lain mereka jelas: Mereka percaya pada satu negara: Israel Raya. Jika pilihannya adalah satu negara, Israel harus memilih antara menjadi negara Yahudi atau demokrasi, mereka tidak bisa menjadi keduanya, dan itu tidak akan pernah benar-benar damai," tambahnya.

Pidato Kerry itu sendiri muncul di saat hubungan AS dan Israel sedang berada di titik terendah. Hubungan kedua negara retak setelah AS tidak menuruti Israel untuk memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang memerintahkan penghentian seluruh proyek permukiman Israel di tanah Palestina yang diduduki.

Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...