AS Kantongi Identitas Pejabat Rusia yang Meretas Email Demokrat

FOTO | ISTIMEWACIA kantongi identitas pejabat Kremlin Rusia yang bertanggung jawab atas peretasan email Partai Demokrat.
A A A

WASHINGTON - CIA telah mengidentifikasi pejabat Rusia yang meretas email Komite Nasional Demokrat dan pemimpin partai untuk diberikan kepada WikiLeaks melalui pihak ketiga dibawah arahan langsung Presiden Vladimir Putin. Begitu bunyi laporan intelijen Amerika Serikat (AS) yang baru seperti diungkapkan oleh pejabat senior.

Para pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan badan intelijen AS dan badan lainnya telah menyimpulkan bahwa pemerintah Rusia meningkatkan upaya untuk mendiskreditkan proses pemilu AS untuk membantu kampanye presiden terpilih Donald Trump.

Penilaian komunitas intelijen ini telah disampaikan kepada Presiden Barack Obama pada Kamis kemarin dan akan memberikan pengarahan kepada Trump Jumat ini. Trump sendiri menolak penilaian komunitas intelijen yang menuding Rusia dalang serangan cyber selama kampanye pemilu untuk melemahkan saingannya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

"Pada bulan Oktober, menjadi jelas bahwa Rusia berusaha untuk membantu kampanye Trump," kata seorang pejabat akrab dengan laporan lengkap itu dalm kondisi anonimitas karena versi lengkap laporan itu sangat rahasia seperti dikutip dari Reuters, Jumat (6/1/2017).

Seorang pejabat juga mengatakan, dalam beberapa kasus, materi yang dibocorkan ini mengambil jalan memutar dari GRU, badan intelijen Rusia, ke WikiLeaks. Ini dilakukan untuk membuat asal usul bahan sulit dilacak, sebuah praktik umum yang digunakan oleh semua badan intelijen termasuk AS.

Perpindahan ini, kata para pejabat, diaktifkan oleh pendiri WikiLeaks Julian Assange dengan mengatakan sumber materi yang dipublikasikan websitenya bukan berasal dari pemerintah atau lembaga negara Rusia.

Rincian laporan ini muncul setelah pejabat top intelijen AS, James Clapper mengatakan bahwa ia akan lebih tegas dalam keyakinannya bahwa Rusia melancarkan serangan cyber pada Partai Demokrat selama kampanye pemilu 2016.

Komentar

Loading...