Hubungan

AS dan Korea Utara Memanas Lagi?

AFP PHOTOPemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump
A A A

Di saat dunia menunggu pertemuan penting antara Kim Jong Un dan Donald Trump, muncul masalah yang mengganggu. Korea Utara peringatkan Washington lantaran mengklaim telah memaksa Pyongyang untuk pertemuan itu.

Dikhawatirkan klaim AS yang menekan Pyongyang itu berisiko mengembalikan kondisi semenanjung " ke titik awal".

Padahal rencana pertemuan tatap muka pertama antara seorang presiden Amerika dan pemimpin Korea Utara sudah ditetapkan, “dengan tanggal dan tempat yang akan diumumkan segera,” kata Trump pada Jumat pecan lalu.

Pertemuan mereka terjadi setelah peristiwa bersejarah antara Kim dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di zona demiliterisasi yang membagi negara mereka. Bahkan Kim memberikan komitmen sementara untuk membersihkan Utara dari senjata nuklir dan fasilitasnya.

Trump memuji kampanye "tekanan maksimum" dengan retorika keras dan sanksi yang diperketat untuk melakukan terobosan dengan Pyongyang. Ia mengatakan pekan lalu bahwa "kekuatan Washington akan menjauhkan kita dari perang nuklir".

Namun seorang juru bicara kementerian luar negeri Korea Utara menuduh AS "sengaja memprovokasi" Pyongyang dalam upaya untuk merusak "suasana dialog" saat ini.

Menggambarkan gerakan Pyongyang baru-baru ini sebagai "tanda kelemahan" akan "tidak kondusif" untuk pembicaraan. “Mungkin membawa situasi kembali ke titik awal," tambahnya.

Juru bicara itu tidak secara eksplisit menyebutkan pertemuan Kim-Trump. Selain itu, Pyongyang juga belum membuat pengumuman resmi mengenai rencana pertemuan mereka.

Selama setahun terakhir, ketegangan meningkat antara kedua pemimpin itu. Mereka sering mengumbar ancaman perang yang diwarnai saling menghina sehingga memicu kekhawatiran global.

Namun dalam perubahan diplomatik yang dramatis, Kim bersumpah dengan Moon untuk mencari solusi denuklirisasi dan mengakhiri Perang Korea 1950-53 melalui perjanjian damai dengan Seoul.

Kim juga berjanji menutup situs uji coba nuklirnya bulan ini dan mengundang para ahli dan jurnalis AS untuk memverifikasi langkah itu.

Kode:47
Sumber:beritasatu.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...