Langgar HAM,

AS Blacklist Pembantu Putin

FOTO | ISTIMEWAAS akan memasukan lima warga Rusia dalam blacklist dan menjatuhkan sanksi, salah satunya adalah pembantu Presiden Vladimir Putin.
A A A

WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Barack Obama berencana akan memasukkan lima warga Rusia dalam daftar hitam (blacklist) karena melanggar HAM. Salah satu yang masuk dalam daftar itu adalah pembantu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menurut seorang pejabat senior, sanksi yang rencananya akan diumumkan oleh Departemen Keuangan ini pada Senin sore tidak terkait dengan tuduhan peretasan yang dilakukan Rusia selama pemilihan presiden. Tapi mereka akan membawa bobot simbolis pada saat dikenakan, mungkin sebagai tindakan terakhir Amerika Serikat (AS) terhadap Rusia sebelum transfer kekuasaan di Washington.

Dikutip dari New York Times, Selasa (10/1/2017), nama terbesar dalam daftar sanksi administrasi adalah Aleksandr I. Bastrykin. Bastrykin kerap melakukan investigasi politik dan langsung melaporkannya kepada Putin. Para pejabat AS meyakini Bastrykin terlibat dalam kasus Sergei L. Magnitsky, seorang pengacara yang meninggal dalam tahanan pada bulan November 2009.

Berdasarkan hukum tahun 2012 yang disahkan oleh Kongres dengan dukungan Demokrat dan Republik, Departemen Keuangan dan Departemen Kehakiman harus menyelidiki dan menjatuhkan sanksi kepada individu Rusia yang terlibat kasus dan kelanjutannya yang ditutup-tutupi, atau dalam kasus lain pelanggaran HAM.

Sanksi yang akan dikenakan termasuk larangan perjalanan ke AS dan pembekuan aset yang dimiliki di lembaga keuangan AS atau transaksi dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya.

Selain Bastrykin, sanksi itu juga menyasar dua perwira intelijen Rusia yang diidentifikasi oleh pemerintah Inggris sebagai pria yang meracuni sesama mata-mata Rusia Alexander Litvinenko, di London pada tahun 2006. Selain itu ada juga dua pejabat tingkat bawah yang mengatakan AS terlibat dalam menutup-nutupi kematian Magnitsky.

Komentar

Loading...