Akademisi Universitas Islam Negeri

Apresiasi Integritas Penyelenggara Pilkada

FOTO | ISTIMEWAProf Syahrizal Abbas
A A A

BANDA ACEH - Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengapresiasi integritas penyelenggara pemilihan kepala daerah di Provinsi Aceh, sehingga mampu melaksanakan pesta demokrasi berkualitas.

"Kami mengapresiasi penyelenggara pilkada yang telah menjunjung tinggi integritas, sehingga terlaksana pemilihan kepala daerah serentak di Aceh yang berkualitas," kata Prof Syahrizal Abbas di Banda Aceh.

Prof Syahrizal Abbas mengatakan, pilkada serentak di Provinsi Aceh yang digelar 15 Februari silam berlangsung damai. Dan ini membuktikan bahwa Aceh mampu membalikkan prediksi bahwa pilkada di provinsi ini paling rawan.

Menurut dia, pilkada Aceh yang berlangsung damai tersebut tidak terlepas dari penyelenggara yang menjunjung tinggi integritas dan netralitas serta bekerja profesional.

Di samping itu, lanjut dia, komitmen semua pasangan calon, baik gubernur maupun bupati/wali kota dan wakilnya, termasuk partai politik pengusung pasangan calon, terhadap pilkada damai benar-benar diwujudkan.

Buktinya, hingga penetapan hasil rekapitulasi perhitungan suara pilkada Aceh, baik gubernur maupun bupati/wali kota, tidak ada insiden yang mengganggu kamtibmas masyarakat Aceh, kata Prof Syahrizal Abbas.

"Pilkada Aceh luar biasa berlangsung damai. Ini bukti komitmen para pihak. Dan ini harus menjadi contoh pilkada berikutnya, baik di Provinsi Aceh maupun daerah lainnya di Indonesia," kata dia.

Begitu juga dengan partisipasi masyarakat, Kepala Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh ini menilai peran serta masyarakat menggunakan hak pilih termasuk tinggi, sehingga pilkada Aceh berlangsung sukses.

Dan ini, sebut dia, tidak terlepas dari peran Polri dan TNI yang mampu memberikan keamanan, sehingga masyarakat merasanya nyaman menggunakan hak pilih dan memilih pemimpin sesuai hati nurani mereka.

"Polri dan TNI mampu memberikan menjalankan tugasnya secara profesional, sehingga melahirkan rasa aman masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pesta demokrasi ini," kata dia.

Terkait adanya gugatan hasil pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK), Prof Syahrizal Abbas mengatakan, hal tu merupakan hak warga negara dan tidak boleh dilarang. Gugatan ke MK tersebut merupakan mekanisme hukum jika ada pihak yang menolak hasil pilkada.

"Semua pihak juga harus menghargai adanya gugatan tersebut. Dan semua pihak juga harus menghargai dan menghormati apapun putusan hukum terkait hasil pilkada Aceh ini," kata Prof Syahrizal Abbas.

Sumber:ANTARA
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...