Akibat tingginya curah hujan mengakibatkan dua unit rumah warga Kampung Lampahan Timur, Kecamatan Timah Gajah, Kabupaten Bener Meriah tertimbun tanah longsor, Jumat (15/1/2021). Selain itu, satu unit gudang yang berada di dekat rumah ikut tertimbun. Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Safriadi melalui Kabid Kedaruratan, Anwar Sahdi menyampaikan, dua rumah warga yang tertimbun bagian dapurnya itu yakni rumah, Musliadi dan Muklis yang merupakan Reje Kampung Setempat.

Apa Yang Harus Dilakukan Pemerintah, Aceh Daerah Kaya yang Miskin?

ISTIMEWAUsman Lamreung
A A A

BANDA ACEH - Kekayaan alam dan hasil bumi Aceh yang melimpah, tidak menjadikan Aceh makmur, justru sebaliknya Aceh menjadi daerah miskin.

Ironisnya, semua hasil bumi Aceh tidak diolah sendiri di Aceh, tapi dibawa keluar daerah.

Menurut akademisi dan pengamat pembangunan, sosial politik Universitas Abulyatama (Unaya) Usman Lamreng, Situasi seperti itu terjadi justeru ditengah banyaknya program-program pembangunan dengan tujuan membawa dan mengangkat Aceh menjadi daerah yang damai, makmur, sejahtera dan berkeadilan.

Namun dilihat dari tiga dekade pilkada arah dan kebijakan publik pemerintah Aceh dan kabupaten/kota belum berpihak pada rakyat.

Artinya sumber daya alam yang melimpah, ditambah dengan anggaran yang cukup, namun sampai saat ini pemerintah Aceh belum mampu membawa Propinsi Aceh keluar dari berbagai persoalan, diantaranya adalah penurunan angka kemiskinan, pengangguran.

Bahkan kata Usman Lamreng, gagalnya berbagai program pengembangan kawasan ekonomi yaitu KEK Arun, Kawasan Industri Aceh (KIA), BPKS dan ketidakmampuan pemerintah provinsi dalam pengelolaan sektor migas, akibat belum siapnya reformasi birokrasi, macetnya berbagai pelayanan investasi, seperti hengkangnya salah satu PT Tras Continent.

"Semua persoalan yang perlu diselesaikan segera oleh Nova yang masa tugasnya tinggal satu tahun lebih lagi," ujarnya.

Selanjutnya salah satu dinas yaitu dinas investasi dan penanaman modal, sepertinya selama ini belum mampu mencari investor yang membuahkan hasil yang baik.

Nah itu nyata, kunjungan ke berbagai negara belum mampu menyakini para investor untuk berinvestasi di Aceh. Sehingga upaya menciptakan lapangan kerja yang luas gagal terwujud.

"Contoh kasus seperti keluarnya KEK Arun dari program periotas tingkat nasional dan berakibat gagal slogan Aceh hebat" ujar Usman.

Evaluasi Kepala SKPA, Bukan Sosok Titipan

Mengamati kondisi Aceh saat ini yang tertinggal jauh dibanding daerah lain. Jadi sudah sepatutnya Gubernur Aceh mengevalusi para SKPA dengan menganti sosok yang lebih cakap dan mumpuni, agar sisa pemerintahan Nova Iriansyah pembangunan mencapai target sesuai dengan janji politik pada saat kampanye dulu.

"Tempatilah para SKPA yang benar-benar cakap, sesuai dengan bidang, bukan titipan, mampu bekerja, dan tidak korupsi," kata dosen Unaya ini.

Dia mengingatkan, lima tahun lagi sisa anggaran otsus, harus ada terobosan pembangunan dengan program- program besar yang berdampak pada peningkatan ekonomi rakyat.

Kemudian, mengetaskan kemiskinan, dengan membuka lapangan kerja, serta pembenahan sektor parawisata, pertanian, migas, dan berbagai program lainnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...