Spritual Khanduri Laot

Antara Adat dan Proyek

ACEHIMAGE.COM | BAYUfstival Khanduri Laot
A A A

SABANG  - Ketua harian Panglima Laot Aceh, Pawang Baharuddin Z menyatakan, Khanduri Laot itu merupakan salah satu adat laot yang sudah dilaksanakan secara turun temurun dari zaman Kesultanan Aceh hingga sekarang oleh masyarakat pesisir Aceh. Khanduri Laot adalah bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat pesisir Aceh kepada Sang Pencipta Allah SWT atas rezeki yang didapatkan dari hasil laot selama 1 tahun pemanfaatan sebelumnya.

Pawang Baharuddin Z menambahkan susunan acara dalam adat Khanduri Laot sudah ada sedikit perubahan, dulu masih ada agenda acara pemberian sesajen kepala kerbau yang dilemparkan ke laut, tetapi sekarang tidak dilakukan lagi karena tidak sesuai dengan hukum syariat islam. Hal ini juga sesuai dengan Hadih Maja Syeh Abbdurrauf (Syiah Kuala), Adat ngon hokum lagee zat ngon sifeut, yang berarti adat tidak bertentangan dengan hukum syariat islam.

Selain itu, Khanduri Laot juga mengandung beberapa nilai penting antara lain nilai spiritual dari sedekah yang di khandurikan, nilai sosial dari masyarakat pesisir terhadap khanduri, nilai kekeluargaan masyarakat pesisir dan nilai pemeliharaan lingkungan, di mana seluruh masyarakat pesisir tidak melakukan aktifitas apapun (Pantang Melaut), selama 3 hari berturut-turut dari hari
pertama khanduri hingga 2 hari setelah khanduri.

Bagaimana dengan festival khanduri laot?
Marzuki atau yang sering disapa Myki Kuala, selaku Pemerhati Kelautan, Perikanan dan adat laot Aceh menyatakan, festival khanduri laot yang sudah 2 tahun dilaksanakan secara ide patut di apresiasi, namun perlu dievaluasi untuk perbaikan ke depan antara lain terkait nama acara, sebaiknya tidak memakai kata festival, karena khanduri laot bukan untuk diperlombakan, kedua konsep acara perlu disesuaikan dengan nilai penting khanduri laot dan lebih menonjolkan tentang keberadaan lhok, bukan unsur-unsur yang lain, selanjutnya tentang penggunaan anggaran daerah yang tidak sejalan dengan tujuan, di mana harapannya untuk mendongkrak kunjungan wisata, tetapi kenyataan di lapangan lebih untuk proyek serta yang terakhir tentang rangkaian acara di laut.

"jangan dilakukan pada hari H acara, dikarenakan melanggar adat Pantang Melaut, seharusnya sebelum hari H", Harapannya kritik membangun terhadap Pemkot Sabang ini dapat memotivasi untuk acara khanduri laot di tahun depan.

Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...