10 Persen

Angka Pengangguran Aceh Tenggara

FOTO | ILUSTRASIIlustrasi
A A A

ACEH TENGGARA - Angka pengangguran di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, meningkat setiap tahun yang kini mencapai 10 persen karena pemerintah kesulitan mendatangkan investor untuk mengelola bahan baku.

"Terakhir kita hitung capai 10 persen, atau tepatnya 9,79 persen untuk angka pengangguran terbuka daerah ini," ucap Plh Kepala Seksi Integrasi Pengolahan Data dan Deseminasi Stasistik BPS Aceh Tenggara, Wahyu Anshari di Kutacane.

Ia berkata, angka sebesar 9,79 persen tersebut, berarti terjadi kenaikan sebesar 0,28 persen dari perhitungan di tahun sebelumnya yang tercatat mencapai 9,51 persen.

Padahal mayoritas penduduk di Aceh Tenggara total saat ini sekitar 200 ribu jiwa, hidup dari hasil pertanian dan perkebunan seperti kakao, jagung, pinang, dan tanaman pangan lainnya.

"Jadi, petani di daerah ini masih jual bahan baku dari pertanian atau perkebunan mereka ke pedagang pengumpul akibat ketiadaan investor yang masuk," terangnya.

Dari data pihaknya, lanjut Wahyu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang tersedia di Aceh Tenggara seperti pada tahun 2015 adalah sebesar 71,03 persen.

TPAK merupakan ukuran dengan gambaran jumlah angkatan kerja untuk setiap 100 orang penduduk yang memiliki usia kerja 15 tahun ke atas.

"Hal ini, perlu jadi perhatian pemerintah terutama di pemerintah daerah. Mereka ini adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan, karena minimnya lapangan pekerjaan," bebernya.

Seperti diketahui, hingga kini di wilayah Aceh Tenggara belum miliki industri yang mengolah barang atau jasa menjadi bernilai lebih tinggi bagi penggunanya.

"Pertanian terbesar, karena kita (Aceh Tenggara) tidak miliki industri kecil. Pertanian itu sekitar 42,95 persen," ujar Kepala BPS Aceh Tenggara, Sardi.

Angka tersebut di dapat dari perhitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), merupakan dasar dalam pengukuran atas nilai tambah yang timbul akibat adanya aktivitas ekonomi di suatu wilayah.

Kepala BPS Aceh, Hermanto tahun lalu mengatakan, ketenagakerjaan di tahun 2016 menunjukkan adanya penurunan jumlah angkatan kerja.

Pada Februari 2016, jumlah penganggur sebanyak 182 ribu atau mengalami peningkatan sekitar tujuh ribu orang dibanding keadaan Februari 2015 sebesar 175 ribu orang.

"Laki-laki yang menganggur, paling besar jumlahnya," kata dia.

Kode:47
Sumber:ANTARA
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...