Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang melakukan penggeledahan Dinas Perhubungan Sabang dan SPBU Bypass, Rabu (2/12/2020). Penggeledahan dimulai dari pukul 10.00-13.00 WIB itu dipimpin Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sabang Muhammad Razi SH. Kegiatan penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka mencari barang bukti terkait kasus dugaan korupsi belanja BBM/Gas dan Pelumas serta suku cadang yang bersumber dari DPPA SKPD Dinas Perhubungan Sabang tahun anggaran (TA) 2019 sebesar Rp 1.567.456.331.

Terancam Ambruk

Anggota DPRK Minta Pemkab Perbaiki Bendungan Kampung Delung Asli

SAMSUDDINPeninjauan bendungan Delung Asli
A A A

BENER MERIAH – Bendungan sarana irigasi Delung Asli sudah tiga bulan tidak dapat difungsikan lantaran Bendunga tertua di Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah mengalami kerusakan.

Akibatnya masyarakat Kampung Delung Asli dan Delung Tue mengeluhkan kerusakan tersebut, hal itu bukan tanpa alasan sebab Bendungan itu merupakan sumber pengairan sawah masyarakat disana.

Untuk memastikan kerusakan terhadap Bendungan Tersebut, Anggota DPRK Bener Meriah, Yuzmuha didampingi Reje (Kepala) Kampung Delung Tue, Delung Asli dan aparatur Kampung meninjau Bendungan tersebut, Senin (16/11/2020).

Bendungan sarana irigasi yang berada di wilayah Kecamatan Bukit itu, mengalami kerusakan di beberapa titik, diantaranya tanahnya ambruk di sela tembok penahan, terjadi keretakan tembok pintu air sebelah kiri. Akibatnya sudah tiga bulan warga Bendungan tersebut tidak dapat berfungsi dan kerusakan itu diperkirakan lantaran usia Bendungan itu sudah tua dan lama tidak direhabilitasi.

“Hal itu disebabkan terjadinya retak beton dan ambruknya tanah penahan air sehingga ketika ditutup air diperkirakan bendungan ini di kwuatirkan oleh masyarakat akan jebol yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat dan sudah hampir 3 bulan tidak dapat masuk air ke saluran untuk persawahan dan air bersih sarana ibadah dan pemukiman warga di kedua desa tersebut," tutur Politisi Partai Aceh itu.

Dikatakan Yuzmuha, dari penuturan Reje Kampung Delung Asli Juanda bahwa Bendungan tersebut telah dibangun sekitar tahun 1985, dan difungsikan warga untuk perairan persawahan dan untuk bercocok tanaman muda.

“Jadi kalau disaat musim penghujan masyarakat bisa menampung air hujan, namun kalau di musin kemarau masyarakat tentu akan kesulitan mendapatkan air untuk bersawah kalau Bendungan itu tidak segera direnovasi," katanya.

Diseputaran juga ada bendungan lain yang dibuat oleh warga secara swadaya dan terlihat masih berdiri kokoh tapi sangat disayangkan desainnya terlihat seperti tanpa perhitungan yang matang , Bendungan ini tidaklah berfungsi secara maksimal, bahkan menyebabkan tergerusnya sisi-sisi tanggul sungai yang ada dibawahnya.

Kepada awak media Yuzmuha, Selasa ( 17/11/2020 ) melalui keterangan tertulisnya menyampaikan, akan meminta Pemerintah daerah segera memperbaiki Bendungan yang rusak supaya petani sawah dapat merasakan manfaat dari Bendungan untuk mengairi sawah mereka ketika musim bersawah nanti,pertanian muda juga sarana air bersih untuk masjid dan tentunya pasti banyak kegunaan dari Bendungan ini karena airnya bersih.

"Disisi lain program pemerintah untuk meningkatkan hasil produksi padi, ketahanan pangan di tengah covid-19 serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk menghindari Kekeringan persawahan masyarakat disini saya kira bendungan ini orgen untuk diperbaiki," harapnya.

Yuzmuha yang didampingi dua Kepala Kampung beserta aparatur kampung Delung Asli dan Delung Tue juga meninjau tanaman serta menijau pekerjaan saluran irigasi yang dikerjakan tahun ini dengan anggaran berjumlah Rp794,000,000.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...