Bantuan Jaring ikan bersumber APBK tahun anggaran 2020 senilai Rp 1,4 Miliar yang diserahkan untuk kelompok nelayan kakap putih Kecamatan Seuneddon Kabupaten Aceh Utara diduga bermasalah. Mencuatnya aroma bermasalah bantuan jaring ikan untuk para nelayan tersebut, berdasarkan informasi yang diterima media ini dari kalangan masyarakat. “Bantuan jaring ini sudah diserahkan kepada nelayan sebanyak 144 orang dari jumlah usulan 166 orang, karena dipangkas anggaran faktor pandemi, maka yang mendapat bantuan 144 orang. Berupa bantuan lima lembar jaring, 30 kg timah pemberat dan pelampung jaring,” jelasnya Kamis (21/01/2021).

Anggota DPRK Diharapkan Tak Terlibat Money Politik Pemilihan Wabub

SAMSUDDINKetua Panlih Cawabub Bener Meriah, Darwin
A A A

BENER MERIAH – Proses pemilihan calon Wakil Bupati Bener Meriah sisa jabatan 2017-2022 menjadi perhatian banyak kalangan terutama LSM, mahasiswa dan masyarakat .

Spekulasi pun bermunculan, akibat lamanya kursi orang nomor dua di Kabupaten penghasil kopi arabika itu belum jelas siapa empunya yang akan mendudukinya.

Bermacam tanggapan pun berseleweran dalam media sosial (medsos), ada yang menilai belum terpilihnya cawabub sisa jabatan 2017-2022 disengaja oleh pihak-pihak tertentu dan ada juga yang berangapan Bupati Bener Meriah tidak menghendaki adanya wakil.

Namun untuk membatah semua anggapan tersebut, empat partai pengusung diantaranya, Golkar, PDA, PKB, dan PKS telah merekomendasikan nama-nama calon wakil,Bupati Bener Meriah.

Sebelumnya ada beberapa nama yang muncul, diantaranya, Dailami, Hasanah, Yusrol Hana, Tgk Usman Tacub, dan Almaruh Genali.

Setelah berdasarkan kesepakatan, tersisa tiga nama yakni Dailami, Hasanah, dan Yusrol Hana. Namun setlah dilakukan vote untuk menentukan dua nama yang disodorkan kepada Bupati Bener Meriah terpilih Dailami dan Yusrol Hana.

Kini kedua calon Wakil Bupati Bener Meriah tersebut telah mengikuti tahapan pemilihan, seperti tahapan tes administrasi, tes kesehatan, dan uji baca alquraan dan keduanya dinyatakan memenuhi syarat calon wakil bupati.

Sebagai bentuk atensi kalangan LSM dan masyarakat terhadap lahirnya Wakil Bupati Bener Meriah sisa jabatan 2017-2022 untuk mendampingi Bupati Bener Meriah, dalam menjalankan roda pemerintahan yang bersih. Beberapa LSM di kabupaten berhawa sejuk itu meminta anggota DPRK setempat untuk menghindari potensi “suap menyuap".

Seperti yang disampaikan Direktur LSM Cempege Institute, Khairuddin menilai, pemilahan cawabub Bener Meriah itu rawan terjadi politik deal-deal untuk mengungulkan salah satu calon.

Pemilihan cawabub tersebut dilakukan oleh 25 anggota DPRK Bener Meriah, artinya untuk terpilih menjadi cawabub tentu harus mengantongi minimal 13 suara dari 25 suara yang ada. “ Tidak menutup kemungkinan akan ada lobi-lobi,"kata Khairuddin.

Hal senada juga di dsampaikan Ketua HPBM Banda Aceh, Riga Wantona, dalam proses pemiliah cawabub tersebut diminta agar tidak terjadi praktek kolusi, Korupsi, dan Nepotisme ( KKN )

Menangapi hal tersebut, ketua Panitia pemilihan (Panlih) Cawabub Bener Meriah, Darwinsah kepada wartawan, Selasa (5/1/2021) menyebutkan, pihaknya sepakat dan sangat mendukung sekali, karena yang akan kita pilih adalah wakil kepala daerah yang nantinya akan membatu Bupati untuk menjalankan roda pemerintah.

“Kita sepakat, bahkan mendukung tidak terjadinya KKN dalam pemilihan cawabub,"tegasnya.

Dikatakan Darwinsah, hasil yang diuji bukan menjadi penilaian mutlak karena itu menjadi hak pemilih dalam menilai masing-masing calon.

Namun yang pasti, ia berharap siapun yang terpilih nantinya adalah Wakil Bupati yang mampu melengkapi sisi-sisi kelemahan Bupati.

Sebagai Ketua Panlih Cawabub Bener Meriah, Darwin mengharapkan kepada seluruh voter (pemilik hak suara) yakni anggota DPRK Bener Meriah untuk memilih berdasarkan hati nurani berdasarkan penilaian masing-masing dengan tidak mengedepankan praktek-praktek kolusi, Korupsi dan nepotisme (KKN) .

“Sehingga kita dapat menghasilkan pimpinan yang saling melengkapi berjalananya sisa pemerintah Kabupaten Bener Meriah hingga akhir priode 2017-2022,"kata Darwin.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...