Fadhlullah,

Anggota DPR Kecewa Layanan PLN Aceh

FOTO | ISTIMEWAAnggota Komisi VI DPR | Fadhlullah
A A A

Kami merasa sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan, terutama pemadaman dilakukan saat masyarakat sedang melaksanakan ibadah dan ada juga sedang berbuka puasa,

Fadhlullah Anggota Komisi VI DPR

BANDA ACEH - Anggota Komisi VI DPR Fadhlullah mengaku kecewa terhadap pelayanan PT PLN (Persero) Wilayah Aceh, karena terjadinya pemadaman bergilir selama bulan suci Ramadhan 1438 Hijriah.

"Kami merasa sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan, terutama pemadaman dilakukan saat masyarakat sedang melaksanakan ibadah dan ada juga sedang berbuka puasa," katanya yang dihubungi di Banda Aceh.

Ia menjelaskan seharusnya pemadaman listrik selama Ramadhan harus diantisipasi oleh manajemen PT PLN Wilayah Aceh sehingga masyarakat dapat dengan khusuk melaksanakan ibadah.

"Jangan sampai pemadaman ini menganggu pelaksanaan ibadah masyarakat Aceh selama bulan suci Ramadhan," katanya.

Politisi Partai Gerindra tersebut sebelumnya juga sudah menyampaikan agar PT PLN Wilayah Aceh dapat memastikan seluruh pembangkit yang menjadi penopang energi untuk Aceh benar-benar dapat dioptimalkan selama bulan suci Ramadhan.

"Ketika terjadi pemadaman bergilir selalu ada pembangkit yang tidak bisa bekerja maksimal, padahal sebelum puasa dapat dilakukan perbaikan atau pemeliharaan sehingga saat puasa tiba semua dapat beroperasi dengan maksimal," katanya.

Politisi yang akrap di sapa Dek Fad itu menyatakan juga akan meminta keterangan kepada General Manager PT PLN Wilayah Aceh terkait perkembangan kelistrikan di provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu.

"Saya berharap PT PLN Wilayah Aceh dapat bekerja optimal dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Saya banyak menerima keluhan dari masyarakat terkait pemadaman listrik selama ini," katanya.

Kekecewaan juga dirasakan warga Kabupaten Aceh Tamiang. Mereka menilai PLN telah menzalimi warga, karena mati lampu pada saat mereka sedang beribadah, khususnya shalat tarawih.

"Kami merasa dizalimi oleh PLN, kejadian semacam ini sudah terbiasa kami alami, bukan tahun ini saja, tahun tahun yang lalu juga. Maunya mereka porsilkanlah untuk rumah-rumah ibadah, agar tidak mati. Kondisi ini sangat mengganggu jalan ibadah shalat tarawih," kata Reza warga Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru.

Pemadaman lampu tidak saja dirasakan warga Kampung Dalam, tapi hampir seluruh kecamatan, seperti Kecamata Kota Kualasimpang, Rantau, Bandar Pusaka, Tamiang Hulu, Kejuruan Muda, dan Kecamatan Banda Mulia.

Bupati Aceh Tamiang Hamdan Sati yang dimintai tanggapannya mengatakan, seyogianya pihak PLN harus sudah membuat perencanaan yang matang, untuk menaikan megawatt nya, sebab semakin hari kebutuhan arus listrik di kabupaten ini semakin meningkat.

Apalagi jika dikaitkan dengan pertambahan penduduk yang sangat signifikan, serta menjamurnya home industri skala kecil dan menengah, menunjukkan kabupaten ini sudah menggeliat perekonomiannya.

"Kita akan sikapi ini, dan menanyakan kepada pihak PLN untuk mencari jalan keluarnya, agar masyarakat tidak merasa dizalimi oleh PLN. Seyogianya, penambahan megawatt sudah dilakukan untuk mengurangi beban kekurangan arus," kata Hamdan.

Sementara pihak PLN yang dihubungi melalui telepon pelayanan gangguan mengatakan, pihaknya mengalami defisit arus yang sangat mengganggu, hingga terjadi pemadaman bergilir di Kabupaten Aceh Tamiang.

Kode:47
Sumber:ANTARA
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...