Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang melakukan penggeledahan Dinas Perhubungan Sabang dan SPBU Bypass, Rabu (2/12/2020). Penggeledahan dimulai dari pukul 10.00-13.00 WIB itu dipimpin Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sabang Muhammad Razi SH. Kegiatan penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka mencari barang bukti terkait kasus dugaan korupsi belanja BBM/Gas dan Pelumas serta suku cadang yang bersumber dari DPPA SKPD Dinas Perhubungan Sabang tahun anggaran (TA) 2019 sebesar Rp 1.567.456.331.

Anggota DPR Aceh Ancam Mosi Tak Percaya kepada Pimpinan, Kenapa?

ISTIMEWARapat Paripurna DPRA dalam rangka Usulan Penggunaan Hak Angket
A A A

BANDA ACEH - Anggota DPR Aceh Tarmizi SP mengancam akan melakukan mosi tidak percaya kepada pimpinan lembaga tersebut. Mosi tidak percaya dilakukan bila usulan hak angket terhadap plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah gagal dilanjutkan.

Ceritanya begini, rapat paripurna DPRA dalam rangka usulan penggunaan Hak angket terhadap plt Gubernur Aceh pada Selasa (27/10) kemarin tidak mencukupi kuorum.

Dimana jumlah anggota dewan yang hadir kemarin hanya 56 orang. Sehingga tidak mencukupi dengan total ¾.Maka rapat itu terpaksa ditunda.

Lalu hak angket anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) terhadap Plt Gubernur dibawa kembali ke Badan Musyawarah (Banmus) DPRA.

Itu sebabnya, Tarmizi meminta penjelasan kepada Pimpinan DPR Aceh menyangkut pembahasan di Banmus.

"Sebelumnya saya mohon maaf abangda Dahlan Jamaluddin, abangda Safaruddin. Mohon maaf. Saya disampaikan oleh teman - teman semua tadi,"kata Tarmizi dalam interupsinya.

Kemudian, dengan nada tegas, Politisi Partai Aceh (PA) ini menyatakan akan melakukan mosi tidak percaya bila hak angket gagal dilanjutkan.

"Jika dibawa ke Banmus untuk kemudian menolak untuk menggagalkan angket ini. Kami semuanya akan menyatakan mosi tak percaya kepada pimpinan," tegasnya.

Pernyataan Tarmizi itupun disambut gemuruh tepuk tangan oleh para Anggota DPR Aceh lainnya dan para tamu undangan.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...