Stunting,

Ancaman Generasi Mendatang

FOTO | ISTIMEWAIlustrasi
A A A

Stunting masih berpotensi mengancam generasi mendatang,

Prof. dr Fasli Jalal Pembina PDGMI

DEWAN Pembina Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) Prof. dr Fasli Jalal menilai stunting atau masalah kurang gizi kronis masih menjadi ancaman bagi generasi mendatang.

"Stunting masih berpotensi mengancam generasi mendatang," katanya, saat seminar bertema "Mencegah Stunting, Meningkatkan Daya Saing Bangsa" di Semarang.

Fasli mengatakan stunting yang disebabkan kekurangan gizi pada usia dini dapat meningkatkan kematian untuk bayi dan anak, kerja otak tidak maksimal, dan menurunkan kemampuan kognitif.

Ketua Rembug Nasional Firdaus Ali mengatakan upaya pemerintah menekan angka stunting terdiri atas tiga tahap, yakni pertama turunnya prevalensi stunting anak kurang dari dua tahun.

"Dari sebelumnya prevalensinya 37 persen pada 2013 turun menjadi 28 persen pada 2019. Kedua, pencegahan stunting dalam 1.000 hari pertama, dan ketiga partisipasi publik," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Phapros Barokah Sri Utami mengatakan sekarang ini tengah berupaya secara aktif menurunkan penderita anemia pada remaja dan ibu hamil.

Penurunan angka penderita anemia pada remaja dan ibu hamil, kata dia, juga berdampak terhadap turunnya angka kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis atau stunting.

Phapros yang merupakan anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesa (RNI) Persero, kata dia, turut berkontribusi mendukung program pemerintah itu dengan menyuplai tablet tambah darah (TTD).

Emmy, sapaan akrab Barokah mengatakan Phapros memiliki program tanggung jawab sosial (CSR) yang mendukung program pemerintah, seperti mendirikan posyandu, sosialisasi pencegahan stunting, dan program minum TTD bagi remaja putri di Semarang.

"Suplai TTD ini kami lakukan lewat 'e-katalog' yang sudah dimenangkan. Selain TTD, kami punya produk multivitamin lain yang bisa mencegah stunting dengan kandungan asam folat dan zat besi yang tinggi," katanya.

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...