Ancaman Duterte ke “Wali Kota Narkoba”: Saya Akan Membunuhmu!

FOTO | REUTERSPresiden Filipina Rodrigo Duterte (tiga dari kiri) bersama para pejabat militernya. Duterte mengancam akan membunuh wali kota yang terlibat narkoba.
A A A

MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengeluarkan ancaman horor bagi wali kota yang dicurigai terlibat narkoba. Duterte memberikan pilihan bagi wali kota yang terlibat narkoba, yakni mengundurkan diri atau mati.

”Saya akan memanggil wali kota dan kami akan berbicara secara pribadi,” katanya, pada hari Senin. ”Saya benar-benar akan memberitahu mereka: 'Carilah nama Anda di daftar narkotika anak pelacur, jika nama Anda ada, Anda memiliki masalah, saya akan benar-benar membunuhmu’...!" ujar Duterte, seperti dikutip IB Times, Selasa (10/1/2017).

Meski demikian, Duterte masih akan memberikan pilihan bagi sang “wali kota narkoba”untuk mengundurkan diri dan bernegosiasi. ”Entah Anda mengundurkan diri atau istirahat dari segala sesuatu, datang dengan hidung bersih dan kita akan bicara,” ujarnya.

Duterte sebelumnya telah merilis daftar pejabat yang dia curigai terlibat narkoba. Salinan daftar itu telah dia berikan kepada Senat, Mahkamah Agung dan Parlemen.

Duterte mengatakan bahwa dia ingin wali kota yang masuk daftar terlibat narkoba dilucuti dari kekuasaannya. Tujuannya untuk mencegah kolaborasi dengan aparat penegak hukum dan menghentikan perdagangan narkoba.

“Hal pertama yang akan saya lakukan adalah mencabut Anda dari kekuasaan dalam mengawasi kepolisian. Hal kedua adalah untuk melenyapkan perlindungan keamanan bagi Anda,” kata Duterte.

Selama kampanye pemilu tahun lalu, mantan Wali Kota Davao ini bersumpah untuk memberantas narkoba dan penjahat di negaranya. Sejak berkuasa pada bulan Juni 2016, lebih dari 6.000 orang telah tewas dalam perang melawan narkoba dengan korban rata-rata gembong dan pecandu narkoba.

Perang melawan narkoba itu telah menuai kritik dari kelompok HAM, PBB dan negara-negara Barat karena memicu pembunuhan brutal di luar hukum. Tapi, Duterte melawan kritik itu dengan makian kotor terhadap sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Barack Obama dan Sekjen PBB Ban Ki-moon.

Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...