Anggota DPR Aceh HT Ibrahim ST MM meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk menunda melakukan penataan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh untuk sementara waktu. Ini disampaikan Ibrahim setelah mendengar keluhan dari masyarakat yang selama ini bergantung hidup di daerah tersebut. "Apalagi saat ini, sama-sama kita ketahui sedang Pandemi COVID-19 yang membuat ekonomi masyarakat terpuruk," kata Pria yang akrab disapa Ampon Bram, Kamis (22/10/2020).

Ana Kobat Kembali Lakukan Penelitian Tenun Gayo Opuh Kio

SAMSUDDINPeteriana Kobat saat melakukan pertemuan dengan Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi
A A A

BENER MERIAH – Peteriana Kobat atau yang akrab disapa Ana Kobat merupakan koreografer tari yang berhasil meyakinkan pihak Kementrian untuk melakukan penelitian terhadap Tenun Gayo Opuh Kio yang sebelumnya memenuhi kebutuhan pakaian masyarakat di Gayo pada tahun 1920.

Usai menemui Bupati Bener Meriah, Selasa (25/8/2020), Ana Kobat mengatakan, pihaknya sudah menandatangai MoU dengan pihak Kementrian di Jakarta untuk melaksanakan seminar, workshop dan penelitian Tenun Gayo yang saat ini sudah punah.

Menurutnya, dari 1120 proposal hanya tersisa 82 proposal yang dinyatakan lulus dan khusus untuk Provinsi Aceh hanya ada dua proposal yakni di Gayo dan di Aceh Selatan.

"Untuk Aceh selatan diadakan Festival semetara di Gayo di adakan Seminar dan Workshop serta penelitian,"jelas Ana kepada wartawan.

Ana kobat menambahkan, untuk kegitan Seminar dan Workshop serta penelitian tersebut akan dibiayai oleh anggaran APBN melalui Program Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FKB) Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI.

Peteriana Kobat

Rencananya kata Ana,setelah melakukan seminar pihaknya akan mendatangkan pelatih dari medan untuk melatih sebanyak 120 orang penenun. "Melalui kegitan ini kita berharap adanya alat Tenun Gayo sehingga kembali berkembang dan menjadi sumber penghasilan masyarakat gayo selain kopi," harapnya.

Menurutnya, Seratus tahun yang lalu tenun gayo menjadi sumber penghasilan ekonomi masyarakat di gayo dan di kampung toweren Kecamatan Lut Tawar saat ini, dulunya adalah daerah penghasil benang tenun.

Ia menamabahkan untuk kegitan tersebut nantinya akan dibuka oleh Bupati Bener Meriah pada tanggal 17 September 2020 mendatang di kabupaten Bener Meriah. "Alhamdulilah Bupati Bener Meriah sangat menyambut positif dan mendukung kegitan ini,"ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menerbitkan buku tentang hasil penelitian Tenun Gayo tersebut yang saat ini sudah punah. "Sebenarnya, kita sudah melakukan penelitian sebelum mengajukan proposal dan kita sudah menemukan beberapa data terkait tenun gayo dan akan kembali kita lanjutkan,"ujar Ana.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...