Aksi unjuk rasa yang yang dilakukan oleh Petani Kopi Menangis (PKM) di depan gedung DPRK Bener Meriah terjadi saling dorong dengan petugas keamanan. Satpol PP dan Personel Polres Bener Meriah menjadi benteng terdepan untuk menahan para pendomo untuk menerobos gedung DPRK Bener Meriah. Senin (19/10/2020)

AMPI Endus Keterlibatan Camat Campuri Musda Golkar Aceh Tengah

ISTIMEWAKetua AMPI Aceh Tengah, Thaib Wajedi
A A A

ACEH TENGAH - Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Aceh Tengah mengecam keras adanya oknum ASN di daerah tersebut yang terlibat mencampuri Musda Partai Golkar Aceh Tengah untuk memenangkan salah satu calon.

Hal itu disampaikan oleh Ketua AMPI Aceh Tengah, Thaib Wajedi melalui keterangan tertulis yang diterima acehimage.com, Sabtu ( 3/10/2020).

Wajedi mengatakan, Musda Partai Golkar Aceh Tengah yang sempat deadlock beberapa waktu lalu, kini dimanfaatkan oknum tertentu untuk memanfaatkan para ASN di Kecamatan-Kecamatan.

“Kami sudah mengendus, adanya perintah langsung kepada para Camat di Aceh Tengah untuk mempengaruhi Pengurus Kecamatan Partai Golkar dalam memilih salah satu calon ketua Golkar,” tegas Wajedi.

Ditegaskan lagi, dalam dunia perpolitikan Partai Golkar bukan anak kemarin sore yang diajar untuk berjalan.

“Asal diketahui, AMPI itu salah satu Ormas yang ikut mendirikan partai berlambang Pohon Beringin ini. Maka untuk menjaga marwah Partai, AMPI akan menghalau orang luar yang mencoba mengutak-atik dan mengendalikan Partai Golkar di Aceh Tengah,” katanya.

Disampaikan, AMPI yang memiliki hak suara dalam pemilihan ketua Golkar, sangat menyesalkan tindakan beberapa oknum Camat di Aceh Tengah yang mencoba mengarahkan PK Golkar di Kecamatan, untuk memilih calon tertentu.

“Jika para Camat ingin berpolitik, lepaskan dulu jabatan ASN nya, saya juga mantan ASN, karena kecintaan saya ke politik, saya keluar, Camat gimana berani enggak keluar,” tantang Wajedi.

Tak hanya itu, AMPI juga akan menempuh jalur hukum terhadap oknum Camat yang ikut bermain politik tersebut.

“Kami sudah kantongi bukti-bukti dari Pimpinan Kecamatan Partai Golkar, ada beberapa yang terlibat, dan kita akan laporkan ke KASN,” tegas Wajedi.

“Saat ini, lebih dari 50 persen Camat di Aceh Tengah baik secara langsung atau tidak, pada hari Jum’at 2 Oktober 2020, oknum Camat tersebut telah memberikan pengaruhnya kepada PK Partai Golkar untuk memilih calon tertentu,” tandas Wajedi tanpa menyebut calon mana yang dimaksud.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...