Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) kembali medesak Plt Gubernur untuk mempublikasikan penggunaan anggaran hasil refocusing maupun BTT dalam APBA 2020. AMA mengaku tidak berhenti menyuarakan hal tersebut sebelum tuntuntan mareka terpenuhi. Aliansi Mahasiswa Aceh memandang ada hal urgensi saat ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh selama masa Pandemi COVID -19, seperti sektor kesehatan, pendidikan maupun sektor ekonomi.

Aminullah Usman Datang, Rentenir pun Mehilang

ISTIMEWAWali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman
A A A

BANDA ACEH - Intensitas penyebaran covid-19 telah berpengaruh terhadap sektor perekonomian. Untuk menyelamatkan ekonomi masyarakat agar tidak benar- benar runtuh diperlukan tindakan nyata.

Dari perspektif itu, Walikota Banda Aceh H Aminullah Usman dengan tangan dingin plus disokong kinerja Mahirah Muamalah yang Syariah, Aminullah mampu menurunkan persentase ketergantungan masyarakat terutama pengusaha kecil pada rentenir.

Mengapa hal ini menjadi atensi mantan bankir ini..? Bagaimana tidak, rentenir yang sebelumnya cukup tinggi di Kota Banda Aceh, namun ditangan Aminullah hal luar biasa terjadi, aktivitas rentiner di pasar-pasar yang sebelumnya cukup besar yaitu 80 persen, kini turun drastis hingga tinggal 14 persen.

Kata Aminullah, hal itu dapat dilakukan tak lepas dari peran penting Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sehingga peran UMKM bagi perekonomian kota sudah tidak diragukan lagi. UMKM mampu menyerap banyak tenaga kerja, selain mempunya peran strategis dalam sektor perekonomian Kota Banda Aceh.

Selama menahkodai Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menaruh perhatian khusus terhadap sektor UMKM.

Apa yang menjadi alasan sehingga dirinya menaruh atensi besar terhadap UMKM? Aminullah pun mengatakan, dirinya punya argumen logis, sesuai kondisi kekinian, wilayah kota Banda Aceh tak ada sepetak pun sawah, tambang dan perkebunan yang bisa dijadikan sumber pendapatan.

Karena itu bersama jajarannya ia harus melakukan sesuatu untuk kemajuan Kota Banda Aceh yang sesuai potensi yang dimilikinya.

"Kita mengandalkan sektor jasa juga sektor pariwisata, dan ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu solusi pengentasan pengangguran dan kemiskinan di Kota Banda Aceh," tutur ekonom senior ini, Selasa (8/9/2020).

Baginya, beragam produk ekonomi kreatif yang dimiliki Kota Banda Aceh akan makin meneguhkan ibu kota provinsi Acih ini sebagai kota dagang, jasa, kota pendidikan dan wisata di Aceh bahkan dunia.

Karena itu UMKM, menjadi tekad bagi dirinya untuk terus berupaya untuk memecah kebuntuan dari persoalan klasik seputar pembiayaan dan pengembangan usaha, yakni dengan menghubungkan UMKM dengan pemberi modal usaha.

Niat suci mendirikan Mahirah

Berangkat dari tekat itulah, Aminullah Usman langsung membuat gebrakan dengan mendirikan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Mahirah Muamalah.

Tidak mau lembaga ekonomi yang baru di bangun gagal, Aminullah menyerahkan lembaga bisnis ini dikelola oleh tenaga profesional dengan tujuan utama untuk membuka akses permodalan seluas-luasnya bagi UMKM.

"Niat suci mendirikan Mahirah ini adalah untuk memberangus praktik riba yang banyak menjerat pengusaha kecil di Banda Aceh."

Untuk mencapai tujuan tersebut, Aminullah meminta jajarannya terus menggenjot pemberdayaan UMKM terutama dinas, lembaga, dan badan terkait.

Hal itu dapat dilakukan pemko karena adanya peningkatan SDM dengan memberikan pelatihan skill, pemberian peralatan/perlengkapan kerja, hingga memberikan kemudahn modal usaha bagi pegiat UMKM.

Ketika daerah lain sektor ekinomi agak kelimpungan di tengah pandemi Covid-19 (masa krisis) seperti saat ini, justeru Walikota Banda Aceh ini, tak mengesampingkan eksistensi dan peran vital UMKM. Sebaliknya, ia mengambil langkah cepat agar UMKM dapat mempertahankan eksistensinya, sehingga tetap mampu menggerakkan roda perekonomian kota gemilang ini.

Lalu apa langkah yang di tempuh Aminullah..? Salah satunya solusi adalah dengan penyaluran dana Rp1 miliar bagi UMKM lokal untuk memproduksi masker kain.

Apakah masker itu untuk diperjual belikan..? Ternyata tidak. Masker produk UMKM ini, kemudian dibagi-bagikan secara gratis kepada masyarakat.

Sektor ekonomi salah satu pilar pembangunan kota

Dalam masa jabatannya sebagai wali kota bersama Wakil Wali Kota Zainal Arifin telah menunjukan sikap konsisten dan komitmen terhadap progam kerakyatan keduanya hingga kini pun terus konsens untuk menjadikan UMKM sebagai motor penggerak perekonomian warga kota.

“Hal ini sejalan dengan visi misi kita, yaitu “Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah” yang mem-plot sektor ekonomi sebagai salah satu pilar pembangunan kota, dan sektor agama serta pendidikan,” kata Aminullah, Jumat, 4 September 2020), di Pendopo.

UMKM tumbuh subur di Banda Aceh. Di himpun per Mei 2020, jumlahnya mencapai 12.970 unit.

Dalam perbandingan, pada 2018 jumlah UMKM tercatat 10.994 unit dan 2019 sebanyak 12.012 unit usaha.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...