Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara Dr A Murtala yang baru saja dilantik pada akhir Desember tahun lalu sebagai orang nomor wahid dibidang administasi, ternyata sosok lulusan S3 ini memiliki karakter maupun cara ampuh tersendiri untuk menghindari konfirmasi dengan wartawan, Sabtu (23/01/2021). Sikap orang nomor tiga di jajaran pemerintahan Aceh Utara, terkesan seakan-akan tidak paham terhadap fungsi dan tugas seorang wartawan, Seharusnya seorang Sekda harus koperatif dengan wartawan sesuai fungsinya yang diatur seusai dalam undang undang nomor 40 tahun 1999.

Aminullah Serahkan Rumah “Pro Bergemilang” Perdana

HUMAS PEMKO BANDA ACEHWali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menyerahkan secara resmi rumah layak huni yang sudah ‘dibedah’ melalui Program Bedah Rumah Gemilang (Pro Bergemilang) kepada sang pemilik Yusnidar, 49 tahun, warga Gampong Neusu Aceh, Senin (30/11/2020).
A A A

BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menyerahkan secara resmi rumah layak huni yang sudah ‘dibedah’ melalui Program Bedah Rumah Gemilang (Pro Bergemilang) kepada sang pemilik Yusnidar, 49 tahun, warga Gampong Neusu Aceh, Senin (30/11/2020).

Rumah lama ibu sembilan anak yang kondisi sebelumnya sangat memprihatinkan itu, dibangun ulang oleh Pemko Banda Aceh bekerja sama dengan Bank Aceh Syariah hingga menjadi rumah layak huni. Pengerjaannya dirampungkan dalam waktu 10 hari saja.

Dalam sambutannya, Wali Kota Aminullah mengatakan sedari mengetahui kondisi rumah Bu Yusnidar dan keluarga, ia pun meniatkan untuk ‘membedahnya’ dalam waktu sesingkat-singkatnya. “Saya langsung hubungi Pak Haizir (Dirut Bank Aceh Syariah), karena jika menunggu APBK, bulan enam tahun depan baru bisa dibangun.”

Wali kota kemudian merinci alokasi biaya pembangunan rumah bertipe 52 dengan tiga kamar tidur tersebut. “Rumah ini dibangun dengan dana CSR bank aceh Rp 125 juta. Dan dari jajaran pemko dan hamba Allah Rp 30 juta untuk melengkapi seluruh perlengkapan dan perabotan rumah seperti tempat tidur, sofa, meja makan, kulkas, dan lain-lain,” ujarnya.

Tak lupa, ia mengucapkan terima kasih M Nur Hasan selaku kontraktor yang telah bekerja all out merampungkan Bedah Rumah Gemilang perdana dalam tahun ini. “Aplaus untuk Pak Nur Hasan yang tidak mengambil keuntungan dari proyek ini. Alhamdulillah dengan dukungan beliau yang menurunkan 15 pekerja, 16 jam per hari, rumah Bu Yusnidar bisa selesai dalam 10 hari,” ujarnya lagi.

Pada kesempatan itu, Aminullah juga mencanangkan Pro Bergemilang pada 2021 mendatang. “Tahun depan akan kita bedah lagi 10 unit rumah warga kurang mampu di Banda Aceh. Kita rencanakan sebulan sekali, karena 10 ini baru dari pemko, mungkin nanti ada sumbangan dari pihak lain,” katanya

Selain bedah rumah, melalui baitul mal dan dinas terkait, sejak 2017 Pemko Banda Aceh telah merehab dan membangun baru sebanyak 511 unit rumah layak huni bagi fakir miskin. “Dalam kurun waktu 2017-2020, via baitul mal kita telah membangun 83 rumah dan merehab 19 rumah warga kurang mampu. Sementara melalui dinas perkim, ada 131 rumah yang dibangun baru dan 278 direhab. Totalnya 511 unit rumah.”

“Dan alhamdulillah upaya kita dalam mengentaskan rumah tidak layak huni ini telah berkontribusi dalam penurunan angka kemiskinan dari 7,22 persen menjadi 6,96 persen. Saat ini, hanya Banda Aceh yang masuk zona hijau angka kemisikinan di Aceh, yakni di bawah 10 persen.”

Terakhir, wali kota mengucapkan selamat menempati rumah baru kepada Bu Yusnidar dan keluarga. “Mulai hari ini Bu Yusnidar tinggal di rumah yang layak. Semoga rumah ini menjadi tempat tinggal yang nyaman, dan Ibu bisa beribadah dan mencari rezeki dengan tenang,” kata wali kota seraya mengucapkan terima kasih kepada Bank Aceh Syariah dan seluruh pihak yang telah membantu, termasuk warga Neusu Aceh.

Rubrik:BANDA ACEH

Komentar

Loading...