Trump Pilih Opsi Perang,

Amerika Serikat Gempur Rezim Assad

FOTO | ISTIMEWAPresiden AS Donald Trump memilih opsi militer dan memerintahkan militer melancarkan serangan terhadap rezim Bashar al-Assad di Suriah.
A A A
Sekitar 50 rudal Tomahawk diluncurkan kapal perang Angkatan Laut AS di Laut Mediterania,

WASHINGTON - Konflik di Suriah memasuki babak baru setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memerintahkan serangan militer terhadap rezim Bashar al-Assad. Militer AS pun menembakkan rudal jelajah ke pangkalan udara Suriah yang dikuasai pasukan pemerintah.

"Sekitar 50 rudal Tomahawk diluncurkan kapal perang Angkatan Laut AS di Laut Mediterania," kata pejabat AS, yang berbicara tanpa menyebut nama dikutip dari Reuters, Jumat (7/4/2017).

Target serangan diidentifikasi sebagai sebuah pangkalan udara di Homs. Rincian lebih lanjut tentang target dan hasil serangan belum diketahui.

Trump memerintahkan serangan militer hanya sehari setelah ia menuding Assad atas serangan kimia yang menewaskan sedikitnya 70 orang, banyak dari mereka anak-anak, di kota Suriah Khan Sheikhoun. Namun, pemerintah Suriah membantah berada di balik serangan itu.

Trump, yang sedang menghadiri pertemuan puncak dengan Presiden China Xi Jinping di resor Florida, mengatakan sebelumnya pada hari Kamis bahwa "sesuatu akan terjadi" dengan Assad sebagaimana Gedung Putih dan Pentagon mempelajari opsi militer.

Aksi militer AS menempatkan presiden baru itu di sisi berlawanan dengan Rusia, yang memiliki pasukan udara dan darat di Suriah setelah intervensi ada di sisi Assad pada tahun 2015. Kehadiran Rusia mengubah arus perlawanan kelompok pejuang Muslim Suriah yang sebagian besar Sunni.

Trump sendiri sampai sekarang memiliki kebijakan terhadap Suriah hampir secara eksklusif untuk mengalahkan militan ISIS di Suriah utara. Di wiyalah itu, pasukan khusus AS mendukung kelompok bersenjata Arab dan Kurdi.

Kode:47
Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...