Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) kembali medesak Plt Gubernur untuk mempublikasikan penggunaan anggaran hasil refocusing maupun BTT dalam APBA 2020. AMA mengaku tidak berhenti menyuarakan hal tersebut sebelum tuntuntan mareka terpenuhi. Aliansi Mahasiswa Aceh memandang ada hal urgensi saat ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh selama masa Pandemi COVID -19, seperti sektor kesehatan, pendidikan maupun sektor ekonomi.

Alat Rapid Test di RSUD Cut Meutia Kosong

SAID AQIL AL MUNAWARHumas RSUD Cut Meutia Aceh Utara, Jalaluddin MKes
A A A

LHOKSEUMAWE- Alat Rapid Test Corona Virus Disease - 19 (COVID-19) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara sudah kosong sekitar sebulan lebih.

Alat untuk pemerikasaan awal terhadap papar COVID19 ini, sudah mulai kosong dari bulan juli hingga akhir Agustus. Namun belum juga dikirim dari Pemerintah Provinsi Aceh untuk salah satu rumah sakit yang menangani Pasien COVID-19 di Aceh Utara ini.

"Iya, untuk saat ini sudah sebulan lebih stok yang tersedia untuk Alat rapit test umum di rumah sakit kosong. Namun untuk test pasien tetap masih ada,"ujar Humas RSUD Cut Meutia Aceh Utara, Jalaluddin MKes, Selasa (25/8/2020).

Ia menyebutkan, kekosongan alat rapid test umum tersebut disebabkan karena banyaknya masyarakat yang melakukan test COVID-19 untuk kebutuhan pergi keluar daerah melalui jalur bandara.

"Dalam sehari ada sekitar 80 orang yang melakakun rapid test yang datang ke rumah sakit, bahkan pada tahap pertama dikirim dari provinsi sebanyak 150 buah, dalam seminggu sudah habis Stoknya. Namun alat test tersebut ada beberapa tahap yang dikirim dari provinsi,"kata Jalal.

Jalal menjelaskan, pihaknya sudah mengirimkan laporan kepada pemerintah Provinsi menyangkut kosongnya alat rapit untuk test umum tersebut," kita sudah laporkan ke provinsi namun belum kami terima, mungkin ini masih dalam tahap proses,"paparnya.

Selain itu ia menjelaskan, sementara alat rapid test COVID-19 untuk pasien masih tersedia, tentunya, bagi pasien rujukan ke rumah sakit cut meutia, apabila adanya tanda atau gejala terlebih dahulu dilakukan rapid test sebelum di ambil Swab.

"Jika ada pasien rujukan masuk kesini dari rumah sakit lain atau pasien yang kita rujuk kerumah sakit lain, kita lakukan rapid test dulu. Supaya kita ketahui apakah pasien tersebut adanya terpapar COVID-19,"tutupnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...