Masyarakat Indonesia Diminta Hidup Sehat,

Alasan Menkes Mencengangkan!

FOTO | ISTIMEWAIlustrasi
A A A
Faktor-faktor risiko seperti polusi udara, pola makan yang tidak seimbang, jarak bergerak atau olahraga merupakan serangkaian faktor yang dapat memicu penyakit-penyakit tidak menular, seperti diabetes misalnya. Kuliner khas Indonesia saya akui sangat enak, tapi agar kesehatan badan tetap terjaga, sebaiknya konsumsi makanan yang memiliki gizi seimbang,

TINGKAT kesehatan masyarakat Indonesia tengah mendapat perhatian dari pemerintah. Berbagai program telah dibentuk oleh pemerintah untuk mewujudkan peningkatan dari kesehatan masyarakat Indonesia.

Program-program tersebut diselenggarakan melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, tiga program diantara yaitu tes IVA dan SADANIS gratis yang digalakkan pada Oktober 2017 ini, Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dan Asia Pasific Food Forum yang akan segara dilaksanakan pada 30-31 Oktober 2017 mendatang.

Dengan adanya berbagai program dari pemerintah ini, angka kesehatan masyarakat Indonesia diharapkan dapat meningkat dan persentase jumlah masyarakat yang terkena penyakit bisa berkurang.

"Peserta JKN kini meningkat sebanyak 182 juta jiwa. Selain itu, masyarakat di Indonesia yang menderita diabetes, jantung, stroke juga cukup banyak," ungkap Prof. Nila F. Moeloek, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, ketika diwawancarai Okezone, di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jumat (27/10/2017).

Lebih lanjut, Nila juga menjelaskan badan kesehatan dunia atau World Health Organisation (WHO) telah memperingatkan masyarakat dunia agar berhati-hati pada penyakit tidak menular (PTM), yang kini sudah mulai banyak menimpa masyarakat. Untuk itu, pola hidup juga harus diubah menjadi lebih sehat.

"Pemerintah sudah mengeluarkan banyak biaya untuk mengatasi dan membiayai penyakit tidak menular, seperti jantung, kardiovaskuler, stroke, dan lainnya. Saya juga kaget kenapa bisa banyak sekali orang yang tiba-tiba terkena serangan jantung atau stroke, lalu ada juga kanker," tambahnya.

Dibalik meningkatnya masyarakat yang menderita penyakit tidak menular tersebut, ternyata ada beberapa faktor yang bisa memicu timbulkan penyakit tidak menular. Beberapa faktor tersebut ada disekitar kita dan seringkali kita jumpai pada kegiatan sehari-hari.

"Faktor-faktor risiko seperti polusi udara, pola makan yang tidak seimbang, jarak bergerak atau olahraga merupakan serangkaian faktor yang dapat memicu penyakit-penyakit tidak menular, seperti diabetes misalnya. Kuliner khas Indonesia saya akui sangat enak, tapi agar kesehatan badan tetap terjaga, sebaiknya konsumsi makanan yang memiliki gizi seimbang," ucap Nila.

Di sisi lain, persentase jumlah penduduk yang mengalami kegemukan atau obesitas juga meningkat. Selain itu, jumlah penduduk yang menderita gizi buruk pun berjalan seiring dengan peningkatan persentase obesitas tersebut.

Pemerintah sudah mengeluarkan banyak biaya untuk mengatasi dan membiayai penyakit tidak menular, seperti jantung, kardiovaskuler, stroke, dan lainnya. Saya juga kaget kenapa bisa banyak sekali orang yang tiba-tiba terkena serangan jantung atau stroke, lalu ada juga kanker,
Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...