Aksi Bela Islam Jilid III Dinilai Tak Perlu Dilakukan

Foto aksi 4 November
A A A

YOGYAKARTA - Sebagian masyarakat mengapresiasi kinerja polisi terkait penetapan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama.

Sehingga, rencana untuk melakukan aksi bela Islam III yang akan dilakukan pada 2 Desember 2016 dipandang tidak perlu dilakukan.

"Kami mengapresiasi langkah kepolisian hal ini Kinerja Bareskrim," kata pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga, Jaranan, Panggungharjo, Sewon Bantul, Beny Susanto Saat dihubungi Minggu (20/11/2016).

Langkah yang diambil, sambungnya, sudah sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Menurut dia, polisi sudah melaksanakan tugasnya dengan profesional, transparan dan akuntabel.

Dan tugas masyarakat saat ini adalah mengawal kasus sampai ke pengadilan, sesuai dengan ketentuan UU dan mekanisme KUHAP. Karena itu, ia menyatakan aksi bela Islam selanjutnya adalah mengawal proses hukum tersebut.

Menurut Gus Beny, sapaan akrapnya, tidak perlu lagi dilakukan aksi Jilid III. Dalam prespektif Islam rahmatan lil 'alamin ala aswaja an-nahdliyah, bela Islam yang penting bagaimana seluruh elemen masyarakat, negara bersinergi untuk merawat kebhinekaan.

"Pikiran sederhana saya, apalagi yang mau dituntut, sementara proses hukum terhadap Ahok terus berjalan, naik ke tahap penyidikan dengan status tersangka dan dicekal, tidak boleh bepergian keluar negeri,” ulasnya.

Diakuinya, aksi unjuk rasa itu dilindungi UU, namun demikian jangan sampai ditunggangi untuk kepentingan lain, yang inkonstitusional dan membahayakan persatuan dan NKRI.

"Tidak perlu aksi bela Islam dengan pengerahan massa di Jakarta, meskipun hal ini legal dan dijamin UU, karena dikhawatirkan adanya kepentingan yang lain," tandasnya.

Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...