Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi hasil penjualan telur ayam di Dinas Peternakan Aceh dengan kerugian negara sebesar Rp2,6 miliar kembali digelar di Pengadilan Tipikor Banda Aceh

Hanya Dua Alasan

Akrim Tinggalkan PSSI Aceh Barat

FOTO | SITI AISYAHAkrim saat memberikan keterangan pers di Sekretariat Bersama (Sekber) Jurnalis Aceh Barat. Jumat 30 Agustus 2019.
A A A

ACEH BARAT - Akrim SE, memilih mundur dari Ketua organisasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)  Kabupaten Aceh Barat, dengan masa pengurusan 2017-2021.

Keputusan mundur sebagai ketua PSSI Aceh Barat sudah diberitahukan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat melalui  surat pengunduran yang diberikan pada Senin, 26 Agustus 2019 dan menyampaikan secara terbuka dalam konferensi pers di Sekretariat Bersama (Sekber) Jurnalis Aceh Barat. Jumat 30 Agustus 2019.

Hanya ada dua poin  yang dilontarkan Akrim sebagai dalih untuk melepaskan jabatan yang diembannya itu. Padahal saat ini PSSI Aceh Barat sendiri sedang gencarnya menggaungkan pemain muda dan club Meulaboh FC yang sudah banyak berlaga dibeberapa pertandingan.

“Saya memilih mundur, Karena saat ini sedang mengembangkan usaha pribadi, dan saya ingin fokus untuk pengembangan bisnis saat ini, satu lagi karena pemerintah yang tidak peduli terhadap olahraga sepak bola,” kata Akrim.

Walaupun pemerintah pernah memberi dukungan namun tidaklah seberapa, Pemkab Aceh Barat hanya sekali membantu ketika piala Suratin di Aceh Barat Daya (Abdya). Namun saat hendak mengikuti pertandingan di tingkat Provinsi, Aceh Barat gagal ikut mengirimkan utusan karena tidak ada dukungan.

Selama ini, untuk menghidupi PSSI dan club binaannya, Akrim kerap kali mengeluarkan uang pribadinya untuk memenuhi kebutuhan organisasi dan pemain, seperti saat latihan rutin. Sehingga hal ini berdampak pada pemain yang memiliki bakat lari ke instasi lain yang juga memiliki club bola binaan.

Ia mengaku keputusannya  tersebut tidak ada keterkaitan dengan struktural pengurus organisasi. Jika pun ada konflik internal pastilah mampu diselesaikan dengan kepala dingin.

“Karena saat ini pemerintah daerah kurang mendukung program yang direncanakan, dalam masa jabatan kurang  lebih 2 tahun, satu programpun belum terlaksanakan, seperti program Piala Bupati yang memang sebelumnya laksanakan setiap tahunnya, " Pungkasnya.

Kontributor:SITI AISYAH
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...