Ketua DPR Aceh Tgk. Muharuddin,

Ajak Seluruh Rakyat Aceh Dukung Gubernur Baru

A A A
Untuk itu kami mengajak seluruh masyarakat Aceh yang cinta damai dan cinta demokrasi, dan telah merasakan bagaimana pahitnya menuntut keadilan agar menjaga perdamaian ini dengan baik dan mendukung gubernur dan wakil gubernur yang baru. DPR Aceh akan mengawal program kerja dan visi-misi gubernur baru,

BANDA ACEH - Ketua DPR Aceh Muharuddin menyebutkan, Gubernur dan wakil gubernur Aceh periode 2017-2022 yang dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Rabu (05/07) merupakan dua sosok yang datang dari latar elakang berbeda.

Irwandi Yusuf kata Muharuddin merupakan sosok yang telah lama berjuang untuk menegakkan keadilan dan mengambikan martabat Aceh, sedangkan Nova Iriansyah menurutnya merupakan akademisi serta politisi nasional yang pernah menjadi anggoat DPR RI 2009-2014.

Hal demikian disampaikan Ketua DPR Aceh Muharuddin saat membuka sidang paripurna dengan agenda pelantikan dan pengambilan sumpah gubernur dan wakil gubernur Aceh Irwandi Yusf-Nova Iriansyah, di Gedung DPR setempat.

Muharuddin mengajak kepada seluruh masyarakat Aceh yang cinta damai dan demokrasi untuk mendukung gubernur dan wakil gubernur Aceh yang baru, serta melupakan semua perbedaan yang terjadai selama proses Pilkada Aceh berlangsung. Saat ini kata Muharuddin, Irwandi bukanlah gubernur kelompok, melainkan gubernur seluruh rakyat Aceh.

“Untuk itu kami mengajak seluruh masyarakat Aceh yang cinta damai dan cinta demokrasi, dan telah merasakan bagaimana pahitnya menuntut keadilan agar menjaga perdamaian ini dengan baik dan mendukung gubernur dan wakil gubernur yang baru. DPR Aceh akan mengawal program kerja dan visi-misi gubernur baru,”ujarnya.

Pada kesempatan itu Muharuddin juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang telah memberikan keistimewaan bagi Aceh dalam pelaksanaan Pilkada hingga proses pelantikannya, yang seyogyanya dilakukan di ibu kota Negara, namun dilaksanakan di DPR Aceh yang merupakan amanah UUPA. Namun demikian kata Muharudin, masih ada tahapan Pilkada Aceh yang belum mengacu pada UUPA, misalnya terkait dengan penyelesaian sengketa Pilkada yang seharusnya ke Mahkamah Agung (MA) bukan Mahkamah Konstitusi (MK).

Begitu juga dengan beberapa turunan UUPA lainnya yang hingga saat ini masih mengambang, seperti qanun Aceh tentang bendera dan qanun Aceh tentang lambang Aceh. Muharuddin berharap agar sejumlah turunan UUPA yang belum selesai itu bisa dituntaskan pada masa gubernur Aceh periode 2017-2022 Irwandi Yusuf.

( ADV )

Penulis:Advertorial
Editor:AK Jailani
Fotografer:AK Jailani
Kode:47
Rubrik:AdvertorialDPR Aceh

Komentar

Loading...