Ahli Ungkap Alasan Seseorang Keranjingan Minum Kopi

FOTO | pixabayracik kopi
A A A

Banyak contoh yang menunjukkan seseorang menyukai sesuatu yang bercita rasa aneh seperti tobacco, bir, cabai pedas dan teh

Gary L. Wenk

PERKEMBANGAN industri kopi memang sedang menunjukkan geliatnya. Kopi bukan lagi sekadar minuman bercita rasa pahit yang dikonsumsi sebagai pengusir rasa kantuk. Bagi sebagian orang, kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup yang tidak dapat terpisahkan.

Hal ini kemudian memicu timbulnya sejumlah pertanyaan mendasar tentang alasan seseorang rutin mengonsumsi kopi. Menurut penuturan Gary L. Wenk, seorang profesor psikologi dari Ohio State University, kebiasaan mengonsumsi kopi ini dikaitkan dengan istilah "monkey-see, monkey-do human habit,".

"Banyak contoh yang menunjukkan seseorang menyukai sesuatu yang bercita rasa aneh seperti tobacco, bir, cabai pedas dan teh," tutur Gary seprerti dilansir Okezone dari Food & Wine, Kamis (16/8/2018).

"Masalahnya, kita selalu menyukai sesuatu yang disukai orang banyak. Manusia sama seperti hewan primata yang suka menirukan perilaku hewan lain," sambungnya.

Di samping itu, Gary mengaku ada penjelasan ilmiah yang lebih rinci mengenai kecenderungan seseorang mengonsumsi kopi.

"Kebiasaan ini dimulai kerana adanya tekanan sosial, lalu kita menikmati aroma bubuk kopi dan ritual penyajiannya. Kemudian kita akan menyeruput kopit sendirian atau bersama keluarga atau teman terdekat. Ternyata, otak kita merespons pola tersebut," kata Gary.

Lantas apa yang melatarbelakangi seseorang menyukai jenis kopi tertentu?

"Beberapa mahasiswa saya sangat menyukai 'monkey poop coffee' yang dijual seharga Rp11, 7 juta," kata Garry.

"Mereka mengklaim bahwa cita rasa kopi menjadi lebih nikmat setelah melewati pencernaan binatang itu. Aku rasa ini karena efek plasebo," timpalnya.

Namun di sisi lain, ada juga orang yang menyukai kopi karena kelangkaannya, meski dijual dengan harga yang sangat fantastis. Secara umum, manusia tidak dapat menahan diri ketika melihat sesuatu yang berharga atau eksklusif.

Hal senada juga sempat dibeberkan oleh Genevieve Kappler, Direktur Coffee and Coffee Master for Roasting Plant.

"Jika Anda pernah mencicipi biji kopi berkualitas, akan sangat sulit untuk menikmati olahan kopi instan atau yang dijual dengan harga murah. Hal ini tentu saja disebabkan faktor kultural dan memori emosional yang juga akan memengaruhi selera musik kita," tukasnya.

Foto:pixabay
Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...