Didakwa Suap Brotoseno Rp 1,9 M,

Advokat Harris Diancam 5 Tahun Bui

FOTO | DETIK.COMPengacara Harris Arthur Hedar
A A A

JAKARTA - Pengacara Harris Arthur Hedar didakwa memberi suap kepada AKBP Raden Brotoseno sebesar Rp 1,9 miliar. Duit itu diberikannya untuk menunda kasus perkara yang sedang ditangani oleh Bareskrim Polri.

"Memberikan sejumlah uang kepada penyidik atau pejabat negara untuk mengurus penundaan pemanggilan pemeriksaan Dahlan Iskan dan minta surat keterangan tidak bersalah," ucap jaksa Agustinus di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (6/2/2017).

Dihadapan ketua hakim Sumpeno, Agustinus mendakwa Haris dengan Pasal 5 huruf a dan b serta Pasal 13 UU Tipikor dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

"Bahwa terdakwa selanjutnya mengirimkan uang kepada Lexi Mailowa Budiman untuk diserahkan kepada terdakwa Raden Brotoseno dan terdakwa Dedy Setiawan Yunus," sambungnya.

Selanjutnya hakim Sumpeno memanggil terdakwa Kompol Dedy Setiawan Yunus yang merupakan penyidik pada Subdit III Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, dan turut terlibat menerima uang suap dari Haris.

"Terdakwa Dedy turut serta menerima uang sebanyak Rp 150 juta dalam penundaan perkara dari Haris melalui Brotoseno," lanjut jaksa Agustinus.

Agustinus menyebut Dedy ikut turut serta menerima uang suap dalam penanganan perkara. ia dijerat dengan 5 dakwaan yaitu:

1. Pasal 12 huruf a UU Tipikor.
2. Pasal 12 huruf b UU Tipikor
3. Pasal 11 UU Tipikor.
4. Pasal 5 ayat ke (2) UU Tipikor.
5. Pasal 12 jo Pasal 15 UU Tipikor.

Mendengar dakwaan jaksa, Haris dan Dedy tidak banyak berkomentar. Mereka mengaku mengerti dengan dakwaan tersebut. Hakim Sumpeno menjadwalkan sidang keduanya pada Senin pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.

Sumber:detik.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...