Bangun Jembatan Gunakan ADD Rp150 Juta

Aceh Timur Pelopor Pertama Peranan BKAD

FOTO | IstimewaMobil Colt Diesel terjungkal ke sungai setelah jembatan di perbatasan Desa Meudang Ara – Peulawi, Kecamatan Nurussalam, ambruk.
A A A

Plt. Bupati Aceh Timur, Prof Amhar Abubakar menyaksikan penandatangan nota kesepakatan antara Desa Peulawi – Meudang Ara di Kantor Camat Nurussalam, terkait pembangunan jembatan diperbatasan desa dengan menggunakan ADD Tahun 2017 senilai Rp150 juta, Kamis (29/12).Mobil Colt Diesel terjungkal ke sungai setelah jembatan di perbatasan Desa Meudang Ara – Peulawi, Kecamatan Nurussalam, ambruk. BAGOK – Untuk perdana di Aceh, Kabupaten Aceh Timur menjadi pelopor pertama dalam menjalankan tugas dan fungsi Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD). Pemerintah mengharapkan, BKAD lain ikut mencontohi aktifitas yang dilakukan di Kecamatan Nurussalam—Bagok.

“BKAD di Kecamatan Nurussalam, telah menggagas pembangunan satu unit jembatan diperbatasan antara Desa Peulawi dengan Desa Meudang Ara. Alhamdulillah disepakati masing-masing desa siap bekerjasama menbangun jembatan itu dengan menggunakan ADD Tahun 2017,” kata Plt. Bupati Aceh Timur Prof. Dr. Ir. Amhar Abubakar, MS, didampingi Asisten Pemerintahan, Drs. Zahri, M.AP dan Kabag Pemerintahan Umum, Adami BA, Jumat (30/12).

Dalam kesepakatan tersebut, kata Prof. Amhar, kedua desa sepakat mengalokasikan dana Rp75 juta. Sehingga dana yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan plat beton Rp150 juta akan tersedia dalam ADD tahun depan. “Kesepakatan seperti ini sangat bermanfaat untuk membangun desa dan kedepan BKAD lainnya juga dapat melaksanakan kegiatan seperti ini dengan mengacu ke Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 22 Tahun 2016 tentang Perioritas Penggunaan Dana Desa,” kata Prof. Amhar.

Penandatangan nota kesepakatan antara Desa Peulawi dan Meudang Ara berlangsung di Kantor Camat Nurussalam, Kamis (29/12). Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Plt. Bupati Aceh Timur, Prof. Dr. Amhar Abubakar, MS, Camat Nurussalam Zainuddin, S.Sos, Kapolsek Nurussalam Ipda Aiyub, Danramil Nurussalam Kapten Inf. Adi, Imum Mukim, Para Kepala Desa dan Tuha Peut Gampong (TPG) serta pejabat pemerintahan lainnya.

Sebagaimana diketahui, pada pertengahan Desember 2016, jembatan berukuran 4X10 meter di perbatasan Desa Peulawi – Meudang Ara, Bagok, ambruk saat salah satu mobil bak terbuka jenis Colt Diesel melintasinya. Meskipun tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian ditaksir puluhan juta rupiah.

Setelah ambruk, kini jembatan tersebut dalam kondisi terancam, bahkan masyarakat kini mulai membatasi jenis mobil yang melintasinya. Untuk menghindari jatuhnya korban jiwa dan musibah yang lebih besar, kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur, berinisiatif memfasilitasi pembangunan jembatan tersebut secara permanen dengan menggunakan ADD dua desa yakni Desa Meudang Ara dan Peulawi.

Komentar

Loading...