Anggota Komisi II DPR Aceh Sulaiman SE mengaku terkejut setelah mendengar kabar bahwa Provinsi Aceh harus impor garam dari Thailand. Bahkan komoditas tersebut termasuk dalam komoditas impor terbesar ke Provinsi ujung barat Indonesia. Dimana berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Provinsi Aceh pada Mei 2020 sebesar US$ 245 ribu.

Aceh Bawa Pulang Empat Penghargaan dari BAZNAS Pusat

FOTO | ISTIMEWAAceh membawa pulang empat penghargaan dari BAZNAS Pusat
A A A

ACEH – Aceh kembali mendapatkan penghargaan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pusat. Jika sebelumnya Tahun 2018 hanya Baitul Mal Provinsi Aceh, tahun ini menjadi empat yaitu tingkat provinsi dan tiga kabupaten/kota.

Penyerahan penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim pada malam penganugerahan BAZNAS Award tahun 2019 di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama Republik Indonesia, Senin (27/08/2019).

Plt Kepala Baitul Mal Aceh, Drs. Mahdi Amhadi, MM mengatakan untuk tingkat Provinsi, Aceh mendapatkan penghargaan Terbaik 1 kategori Gubernur pendukung kebangkitan zakat. Sedangkan untuk tingkat kabupaten/kota antara lain; Banda Aceh, Pidie Jaya, dan Aceh Tamiang memperoleh kategori bupati/wali kota pendukung kebangkitan zakat.

“Alhamdulilah provinsi kita sudah dua tahun terakhir berturut-turut mendapatkan lagi penghargaan dari tingkat nasional dari berbagai katagori yang diikuti. Tahun lalu kita mendapatkan penghargaan kategori Terbaik 1 managemen kelembagaan BAZNAS terbaik se-Indonesia, sedangkan tahun ini kategori Terbaik 1 Gubenur pendukung kebangkitan zakat,” kata Mahdi saat mewakili gubernur Aceh menerima penghargaan tersebut bersama Kepala Sekretariat Muhammad Iswanto.

Mahdi menambahkan penghargaan dari BAZNAS tersebut merupakan penghargaan tertinggi untuk lembaga-lembaga yang bergerak di bidang zakat setiap tahunnya se Indonesia. Selain lembaga pengelola zakat, ada beberapa kategori lainnya yang mendapatkan penghargaan pada penganugerahan tersebut antara lain; lembaga amil zakat swasta terbaik, perusahaan pendukung peduli zakat, artis peduli zakat, tokoh peduli zakat, dan beberapa kategori lainnya.

Penerima penghargaan tersebut juga turut dihadiri Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Muhammad Iswanto S.STP, MM, Kepala Baitul Mal Kabupaten Pidie Jaya, Tgk Marzuki, Kepala Baitul Mal Kabupaten Aceh Tamiang, Mulkan Tampu Bolon, dan Plt Kepala Baitul Mal Kota Banda Aceh, Ari Maula Kafka.

Sementara itu Muhammad Iswanto menambahkan Pemerintah Aceh belum lama ini telah mengesahkan Qanun baru Nomor 10 tahun 2018 tentang Baitul. Qanun tersebut diatur untuk menjadi solusi atas permasalahan baik regulasi mapun kendala dalam pengelolaan zakat selama ini.

“Atas dasar inilah pemerintah Aceh tahun ini dinilai ikut mendukung kebangkitan zakat, sehingga kesejahteraan di Aceh terus meningkat di bawah kepemimpinan Plt.Gubernur Aceh Nova iriansyah,” ujar Iswanto.

Ia berharap dengan penghargaan tersebut semua elemen di Aceh  terus mendukung kebangkitan zakat. Baitul Mal sendiri selaku leading sektor terus berusaha dan berupaya agar pengelolaan zakat terus membaik serta peningkatan dalam pengumpulan zakat.

“Kita berterima kasih kepada muzaki yang telah mempercayai zakat mereka melalui Baitul Mal, semoga kami terus amanah dalam mengelolanya.” tutup Iswanto.

Sumber:Rilis
Rubrik:BREAKING NEWS

Komentar

Loading...