Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Selatan menyebabkan pipa PDAM Tirta Naga yang menyuplai air ke permukiman pelanggan di kecamatan Samadua terputus akibat tersapu banjir, Senin (8/3/2021). Petugas Distribusi PDAM Tirta Naga Rizal mengatakan, pipa dialiran Sungai di beberapa tersapu hingga berserakan akibat tanggul penahan pipa besi jebol diterjang derasnya debit air saat hujan mengguyur. "Sejak pagi minggu (7/3/2021) Kami sudah meminta bantuan ke BPBD Dan alhamdulillah sekarang semua anggota sudah kelokasi sikabu untuk tindak lanjut perbaikan dan sebagainya,"kata Rizal.

300 IKM di Bener Meriah Akan Terima Bantuan

SAMSUDDINKepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bener Meriah Sayutiman
A A A

BENER MERIAH – Dari 725 industri kecil menengah (IKM) yang terdaftar di Kabupaten Bener Meriah, sebanyak 300 IKM akan terima bantuan dari Dinas Perdagangan dan perindustrian (Disperindag) Provinsi Aceh melalui Disperindag Kabupaten Bener Meriah sesuai pagu anggran yang tersedia.

Bantuan yang diterima para IKM tersebut bukan dalam bentuk uang tunai akan tetapi dalam bentuk barang senilai Rp2000.000 per IKM sesuai dengan permintaan pelaku IKM itu sendiri.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bener Meriah Sayutiman dalam sidang anggaran membahas Rapat Kerja Anggaran APBK-P 2020. Selasa ( 22/9/2020) di ruang sidang DPRK setempat.

Menurut Sayutiman, bantuan yang diberikan untuk IKM di Bener Meriah adalah merupakan dana bantuan Covid-19. Karena Bener Meriah kemarin masuk zona hijau jadi mereka berhak menerima bantuan tersebut.

Untuk kretria IKM penerima bantuan sendiri, sambung Sayutiman, yang paling mendasar adalah IKM itu harus punya izin dan di cek Disperindag langsung ketempat usahanya apakah layak atau tidak menerima bantuan itu.

"Sejauh ini kita belum merealisasikan bantuan tersebut karena masih menungu persetujuan bupati sebab kita tidak mau bekerjasa sembarangan harus mendapat persetujuan pimpinan karena kami bekerja adalah membantu bupati,"tegas Sayutiman.

Terkait bantuan untuk IKM yang dibeberkan Kadis Disperindag Bener Meriah itu, mendapat cecaranya sejumlah pertanyaan dari anggota DPRK Bener Meriah yang hadir mengikuti sidang RKA itu. Seperti Syafri Kaharuddin mempertanyakan besaran anggaran yang diterima Disperindag Bener Meriah dari Provinsi untuk IKM Bener Meriah.

Selain itu Syafri Kaharuddin juga mempertanyakan indikator IKM yang mendapat bantuan sebab di Bener Meriah IKM yang terdaftar mencapai 725 IKM sehingga apa pertimbangan dari Disperindag memilih 300 penerima dari jumlah yang ada tersebut.

Hal senada juga disampaikan Darwinsah, ia meminta bantuan yang disalurkan kepada penerima tidak berdasarkan kemaun tetapi hendaknya berdasarkan kebutuhan supaya bantuan tersebut efektif di manfaatkan oleh penerima.

“Jadi kalau sebelumnya, Disperindag akan memberikan bantuan secara merata per kecamatan sebanyak 300 IKM perlu di pertimbangkan ulang, sebab belum tentu setiap kecamatan punya IKM layak menerima untuk itu sekali lagi salurkan bantuan itu sesuai kebutuhan bukan keinginan,"ulang Dariwin.

Yusmuha juga mempertanyakan, izin untuk IKM yang bergerak di bidang Furnitur, karena menurutnya sejauh ini belum ada pelaku mengantongi izin untuk menebang kayu jadi dari mana merka akan mendapatkan kayunya.

Kata Yuzmuha, untuk itu pemerintah juga harus menertibkan kegiatan yang di duga ilegal loging kalau itu di biyarkan kayu yang ada di Bener Meriah akan habis sementara daerah tidak mendapat PAD.

Sedangkan Edi Julkifli anggota DPRK lainnya, menantang Kadis Perindang untuk menyangkinkan pihaknya dan masyarakat Bener Meriah konsep keingginan Kadis Disperindag Bener Meriah meminta masyarakat dan para pejabat Bener Meriah untuk membeli produl lokal untuk kebutuhan sendiri amupun perkantoran.

“Saya pribadi sangat setuju dengan keinginan Kadis Disperindag, namun kami perlu tau konsep apa yang akan dilakukan sebab konsumen itu mengutamakan mutu ,"tandas Esi Julkifli.

Sebelumnya Sayutiman mengajak seluruh pejabat yang ada diruang sidang itu agar membeli barang-barang yang dihasilkan putra daerah, seperti meja, kursi, dan lain-lainnya yang ada di produk masyarakat Bener Meriah.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...