Kerusuhan di Markas Korps Brimob

30 Senjata yang Direbut Napi Teroris di Mako Brimob Hasil Operasi Antiteror

FOTO | ANTARAPolisi berjaga di Mako Brimob
A A A
Pada fajar pagi ini, mereka menyerah tanpa syarat. Kita minta satu persatu mereka keluar dari lokasi mereka. Mereka keluar tanpa syarat dan senjata diserahkan kurang kebih 30 pucuk. Itu senjata hasil sitaan dari aparat kepolisian melawan terorisme,

DEPOK – Aparat kepolisian menyita 30 pucuk senjata api dari tangan para narapidana (napi) terorisme yang melakukan perlawanan dan menyandera anggota Polri di Rutan Markas Korps Brimob (Mako Brimob), Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Senjata api tersebut merupakan senjata yang dulunya didapatkan dari kelompok teroris yang berhasil diamankan polisi dalam operasi antiteror di beberapa daerah. Celakanya, dalam kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Selasa 8 Mei malam, senjata itu direbut kembali oleh para napi teroris.

Menko Polhukam Wiranto mengatakan bahwa seluruh napi teroris yang sempat melakukan perlawanan terhadap polisi menyerahkan diri dan memberikan senjata api yang sempat mereka kuasai kepada kepolisian.

“Pada fajar pagi ini, mereka menyerah tanpa syarat. Kita minta satu persatu mereka keluar dari lokasi mereka. Mereka keluar tanpa syarat dan senjata diserahkan kurang kebih 30 pucuk. Itu senjata hasil sitaan dari aparat kepolisian melawan terorisme,” ujar Wiranto, Kamis (10/5/2018).

Hingga kini, dari total 156 napi teroris yang ditahan di Mako Brimob, 1 diantaranya tewas dalam kerusuhan tersebut. Sementara 155 napi teroris lainnya sudah menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.

Sebagaimana diketahui, dalam kerusuhan ini sebanyak 156 narapidana (napi) teroris melakukan penyanderan terhadap 9 anggota Polri. Dari 9 orang yang disdandera tersebut, 5 anggota Polri gugur, sedangkan 4 orang lainnya berhasil keluar dalam kondisi luka-luka. Operasi penyandareaan dan pembunuhan sadis terhadap sejumlah anggota Polri tersebut berjalan selama 36 jam.

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...