China Dalam Bahaya

3.000 Warganya Jadi Jihadis di Suriah

FOTO | Business Insider / YouTubeSeorang warga China ikut berperang bersama ISIS di Suriah. Intelijen Israel menyebut ada sekitar 3.000 jihadis China di Suriah yang bisa bahayakan Beijing jika mereka pulang.
A A A
China tertarik dengan data sebanyak mungkin untuk dikumpulkan, dan itu adalah pemahaman kami bahwa mereka akan lebih memilih untuk melikuidasi mereka di tanah Suriah, untuk mencegah mereka pulang ke wilayah mereka.

TEL AVIV - Intelijen Israel melansir laporan yang menyebut sebanyak 3.000 warga China dari komunitas minoritas Muslim Uighur menjadi jihadis al-Qaeda dan ISIS yang ikut perang di Suriah. Ribuan jihadis itu berpotensi membahayakan China jika mereka pulang.

Pemerintah China takut ribuan jihadi situ pulang. Otoritas Beijing ingin rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad memastikan untuk melenyapkan mereka.

Kekhawatiran Beijing inilah yang membuat China belakangan ini aktif memperkuat hubungan dengan rezim Assad.

Laporan intelijen Israel itu telah diumumkan Kementerian Luar Negeri Israel. Laporan tersebut berasal dari intelijen militer dan Mossad. ”Kedatangan ribuan warga China bertempur dan hidup di negara ini menimbulkan keharusan untuk memantau mereka,” bunyi laporan intelijen Israel, seperti dikutip dari ynetnews, Selasa (28/3/2017).

“China tertarik dengan data sebanyak mungkin untuk dikumpulkan, dan itu adalah pemahaman kami bahwa mereka akan lebih memilih untuk melikuidasi mereka di tanah Suriah, untuk mencegah mereka pulang ke wilayah mereka.”

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, China dibantu oleh orang-orang yang aktif di lapangan dan dengan yang memiliki hubungan persahabatan seperti Rusia, Iran, dan rezim Assad.

Miniroitas Muslim Uighur adalah kelompok minoritas China yang tinggal di Provinsi Xinjiang. Mereka berbicara dalam dialek Turki. Komunitas ini kerap bersitegang dengan otoritas pemerintah China.

Presiden Assad baru-baru ini juga mengatakan bahwa para pejabat intelijen Suriah dan China bekerja sama untuk memerangi orang-orang Uighur di Suriah. Mereka masuk ke Suriah melalui Turki.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina menyatakan bahwa Beijing siap untuk bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, termasuk Suriah, untuk memerangi kegiatan lintas batas Uighur.

Kode:47
Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...