Bantuan Jaring ikan bersumber APBK tahun anggaran 2020 senilai Rp 1,4 Miliar yang diserahkan untuk kelompok nelayan kakap putih Kecamatan Seuneddon Kabupaten Aceh Utara diduga bermasalah. Mencuatnya aroma bermasalah bantuan jaring ikan untuk para nelayan tersebut, berdasarkan informasi yang diterima media ini dari kalangan masyarakat. “Bantuan jaring ini sudah diserahkan kepada nelayan sebanyak 144 orang dari jumlah usulan 166 orang, karena dipangkas anggaran faktor pandemi, maka yang mendapat bantuan 144 orang. Berupa bantuan lima lembar jaring, 30 kg timah pemberat dan pelampung jaring,” jelasnya Kamis (21/01/2021).

Kadinkes Ambil Dua Pilihan

25 Unit Mobil Ambulance Tak Layak Pakai

BULKHAINIKepala Dinas Kesehatan Aceh Utara Amir Syarifuddin SKM melakukan pengecekan mobil ambulance Pukesmas di daerah tersebut.
A A A

ACEH UTARA - Sebanyak 69 unit mobil ambulance dari 32 Pukesmas Se-Aceh Utara dilakukan pengecekan kondisi mobil oleh Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara Amir Syarifuddin SKM di halaman rumah sakit Pratama, Desa Alue Mudem, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (1/12/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara Amir Syarifuddin SKM Kepada acehimage.com menyampaikan, hasil pengecekan kondisi mobil ambulance dari 32 Pukesmas di temukan sebanyak 25 unit mobil tidak layak pakai atau sudah rusak.

"Tadi kita temukan dari jumlah 69 unit mobil ambulance diantaranya 25 unit mobil tidak layak pakai lagi terdiri dari mobil merek KIA sebanyak 5 unit, mobil merek L300 tahun 2006 sebanyak 18 unit dan mobil merek Panther sebanyak 2 unit,"kata Amir.

Dikatakan Amir, 25 unit mobil ambulance yang tidak layak digunakan, akan diambil dua langkah, langkah pertama di laporkan ke Bupati Aceh Utara selaku pimpinan tertinggi dan langkah kedua akan dilakukan penghapusan aset jika ada arahan dari pimpinan.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara Amir Syarifuddin SKM melakukan pengecekan mobil ambulance Pukesmas di daerah tersebut.

"Sedangkan 44 mobil ambulance yang layak pakai terdiri dari 10 unit mobil merek Inova, 3 unit merek Hyundai, 25 unit merek KIA dan 6 unit merek daubel kabin,"sebut Amir.

Selain itu, ia juga menargetkan tahun 2022, dari 32 puskesmas di Aceh Utara, minimal setiap Puskesmas harus ada dua unit mobil ambulance yang layak pakai sehingga tidak ada lagi hambatan dalam pelayanan kesehatan transportasi pasien.

"Kita berharap agar apa yang ditargetkan tahun 2022 akan terpenuhi dari sumber anggaran APBK, APBA, dana sering Provinsi serta dari anggaran DAK,"harapnya.

Kadinkes juga berharap, jika diperbolehkan, 25 unit mobil ambulance yang tak layak pakai dilakukan penghapusan aset oleh pemerintah kabupaten Aceh Utara, pasalnya jika 25 unit mobil tersebut diperbaiki, ditakutkan nantinya juga tidak bagus seperti yang diharapkan.

"Kita juga mengintruksikan kepada setiap kepala Puskesmas agar semaksimal mungkin memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan transportasi dengan Ambulance dan untuk para sopir Ambulance Se-Puskesmas agar menganggap mobil ambulance itu miliknya sehingga ada inisiatif untuk merawat mobil ambulance seperti mobilnya,"pungkasnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...