Soal Laporan Antasari,

Polri: Belum Ada Alat Bukti Baru

FOTO | DETIK.COMAntasari Azhar
A A A

Beliau membuat laporan polisi dan mengajukan beberapa alat bukti. Tapi alat bukti yang diajukan itu sudah termasuk menjadi alat bukti atau materi dalam persidangan beliau di kasus yang lama sehingga penyidik tidak bisa memproses atau meningkatkan dari penyelidikan ke penyidikan,

Irjen Setyo Wasisto Kadiv Humas Polri

JAKARTA - Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, menyebut tidak ada bukti baru yang ditemukan tim penyelidik terkait laporan Antasari Azhar.

Penyelidikan atas dugaan kriminalisasi yang dilaporkan Antasari berjalan, namun alat bukti yang diberikan saat melapor sudah dipakai pada proses peradilan perkaranya terdahulu.

"Beliau membuat laporan polisi dan mengajukan beberapa alat bukti. Tapi alat bukti yang diajukan itu sudah termasuk menjadi alat bukti atau materi dalam persidangan beliau di kasus yang lama sehingga penyidik tidak bisa memproses atau meningkatkan dari penyelidikan ke penyidikan," ujar Setyo di gedung Divisi Humas, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/5/2017).

"Karena alat bukti baru tidak ada yang menguatkan untuk meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan," sambung dia.

Menurut Setyo, penyidik akan meningkatkan status laporan Antasari menjadi penyidikan bila mengantongi bukti baru yang mengindikasikan adanya kriminalisasi.

"Jadi tidak betul bahwa kita menghentikan, tapi kita masih melakukan penyelidikan lagi. Manakala nanti ditemukan alat bukti baru yang bisa dipakai, maka mungkin bisa ditingkatkan ke penyidikan," kata dia.

Polri sambungnya mempersilakan Antasari membantu penyelidikan semisal memberikan bukti lainnya yang belum pernah dihadirkan di persidangan, kepada penyidik.

"Ini kan masih diselidiki dulu, kemudian masih kumpulkan apakah ada bukti baru. Dari beliau mungkin ada bukti baru," tambah dia.

Seperti diketahui, Antasari melaporkan kasus dugaan sangkaan palsu ke Bareskrim Polri. Dia menilai ada beberapa kejanggalan dalam kasus pembunuhan bos PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen pada 2009, yang mengantarnya ke penjara.

Salah satu kejanggalannya adalah soal SMS misterius. SMS itu diterima Nasrudin Zulkarnaen, yang dikatakan berasal dari telepon seluler Antasari.

Kode:47
Sumber:news.detik.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...