Warga Peuniti

Jamu Tamu PENAS -KTNA

download
A A A

Kota tua ini menyimpan banyak jejak sejarah untuk dikunjungi dan dipelajari. Ada peninggalan sejarah kerajaan dan sejarah peperangan dengan kolonial Belanda, ada bukti kuburan massal serdadu Belanda yang dinamakan Kerkoff,

M Rizal Camat Baiturrahman

BANDA ACEH - Sekitar 600 tamu PENAS KTNA dijamu makan malam oleh masyarakat Gampong Peuniti Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh. Kegiatan yang dikemas dalam malam keakraban dan jamuan makan malam ini digelar, Senin (8/5/2017) di Gampong setempat. Turut hadir juga Camat Baiturrahman M Rizal dan tokoh masyarakat setempat.

Saat memberikan sambutannya M Rizal mengatakan Banda Aceh sangat terbuka terhadap pendatang. Dari sejarahnya Banda Aceh sebagai salah satu kerajan berperadaban Islam tertua di Asia Tenggara pernah menjadi pelabuhan tersibuk. Karenanya warga Banda Aceh sejak dulu telah terbiasa berinteraksi dan akrab dengan semua bangsa di dunia.

"Dampak dari kebiasaan dan pengalaman sejarah itu menjadikan kami terbuka terhadap kunjungan berbagai bangsa," ujar Rizal.

Lanjut Rizal, dengan adanya event PENAS KTNA telah memberikan kesempatan pada anak bangsa untuk saling mengenal dan merajit tali silaturrahmi.

Pada kesempatan tersebut, Camat Baiturrahman juga menceritakan sekilas perjalanan Kota Banda Aceh yang sudah berusia 812 tahun.

"Kota tua ini menyimpan banyak jejak sejarah untuk dikunjungi dan dipelajari. Ada peninggalan sejarah kerajaan dan sejarah peperangan dengan kolonial Belanda, ada bukti kuburan massal serdadu Belanda yang dinamakan Kerkoff," tambah Rizal.

Kepada para tamu dari Riau tersebut, Rizal berharap mereka dapat menjadi duta bagi Aceh ketika kembali ke daerahnya untuk memberikan informasi bahwa Aceh dan Banda Aceh sangat menarik untuk di kunjungi.

Pengalaman Pertama
Ketua kontingan PENAS KTNA dari Riau, Logo Siregar mengaku sambutan langsung dari masyarakat Peuniti kepada dirinya dan rombongan merupakan pengalaman pertama selama PENAS berlangsung. "Selama sejarah PENAS digelar, ini pengalaman pertama bagi kami disambut dan bisa berbaur langsung dengan warga, kami merasa dimuliakan," ujarnya.

Katanya juga, ternyata Aceh sangat aman dan nyaman, jauh dari kesan yang dibayangkan dimana dulu pernah terkadi konflik.
"Dan masyarakatnya sangat ramah, kami akan menyampaikan pengalaman ini kepada teman dan saudara kami lainnya di Riau," katanya.

Penulis:mkk
Editor:AK Jailani
Kode:47
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...