Illiza Sa’aduddin Djamal

Penas Petani-Nelayan Beri ‘Multiplier Effect’ Bagi Banda Aceh

FOTO | ISTIMEWAWalikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal
A A A

Namun hari ini terbukti dengan hadirnya puluhan ribu peserta Penas Petani-Nelayan, sudah menjawab jika Aceh kini aman dan layak untuk dikunjungi serta mampu bangkit kembali menjadi lebih maju dari sebelumnya.

Hj. Illiza Sa'aduddin Djamal, SE Walikota Banda Aceh

BANDA ACEH - Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menggelar jamuan makan malam bagi delegasi Pekan Nasional (Penas) Petani-Nelayan XV di Aula Balai Kota Banda Aceh, Minggu (7/5/2017) malam.

Hadir Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional Winarno Tohir, perwakilan dari Kementerian Pertanian RI, Bupati dan Wakil Bupati Mamuju, serta sejumlah delegasi dari daerah lainnya. Hadir pula delegasi dari negera-negara ASEAN dan Jepang.

Dalam sambutannya, Illiza mengungkapkan kebanggaannya sekaligus terima kasih kepada KTNA yang telah memilih Banda Aceh sebagai menjadi tuan rumah Penas Petani-Nelayan XV. Ajang yang diikuti oleh sekira 38 ribu peserta dari 34 provinsi se-Indonesia ini dibuka secara resmi oleh Presiden Jokowi, Sabtu (6/5) kemarin.

“Penas Petani-Nelayan ini tentu dapat memberi multiplier effect bagi Banda Aceh. Pertama menjadi pembelajaran bagi kami, kemudian meningkatkan kerja sama, komunikasi, dan koordinasi lintas daerah dan juga ASEAN. Dan juga meningkatkan perekonomian masyarakat.”

Menurut Illiza, pasca konflik bersenjata, tsunami, dan masa perdamaian, masih saja ada pihak-pihak yang menganggap Aceh belum aman.

“Namun hari ini terbukti dengan hadirnya puluhan ribu peserta Penas Petani-Nelayan, sudah menjawab jika Aceh kini aman dan layak untuk dikunjungi serta mampu bangkit kembali menjadi lebih maju dari sebelumnya.”

“Ini juga merupakan bentuk ‘pertanggungjawaban’ kami kepada seluruh masyarakat Indonesia dan dunia yang telah membantu Aceh melewati masa-masa sulit khususnya pasca gempa bumi-tsunami 2004. Mudah-mudahan seluruh peserta Penas senang dan nyaman tinggal di kota kami, dan masakannya cocok di lidah anda semua.”

Illiza juga menyampaikan permohonan maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan selama berada di Banda Aceh. “Mohon yang dibawa pulang nantinya hal-hal yang positif saja. Bapak dan ibu semua menjadi corong promosi kota kami ke luar.

Tolong ambil foto banyak-banyak dan upload ke medsos dengan caption Banda Aceh City, dan ingat jangan pulang sebelum menghabiskan isi kantong di Banda Aceh,” pungkasnya yang disambut tawa dan applause hadirin.

Bupati Mamuju Habsi Wahid yang mewakili delegasi Penas Petani-Nelayan XV untuk memberi kata sambutan mengatakan pihaknya sengaja membawa banyak peserta dari Mamuju untuk melihat dan mempelajari best practice Banda Aceh. “Terakhir saya ke mari pada 2015 lalu, dan dalam dua tahun saja kemajuannya luar bisa,” pujinya.

Ia menambahkan, antara Mamuju dan Banda Aceh telah menjalin hubungan timbal balik sejak lama, salah satunya dengan kegiatan studi banding. “Pada 2008, Bu Illiza berkesempatan berkunjung ke Mamuju, dan tahun ini kami kembali lagi ke Banda Aceh.

Melalui kesempatan ini kami mengundang ibu dan seluruh jajaran untuk kembali datang ke Mamuju,” katanya seraya menyebut banyak hal yang dapat dikerjasamakan antar kedua daerah pada masa mendatang.

Malam tadi, beragam masakan khas Aceh disuguhkan kepada para tamu plus penampilan tari-tarian tradisional seperti Saman dan Rapai Geleng. Acara diakhiri dengan penyerahan cindera mata oleh Illiza kepada para tamu undangan serta sesi foto bersama.

Penulis:Jun
Editor:AK Jailani
Kode:47
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...