KPK Berharap

Miryam Buka-bukaan Soal Para Pengancam Dirinya

FOTO | DETIK.COMMiryam S Haryani saat dibawa ke gedung KPK,
A A A

Kita telusuri siapa dan apa saja yang jadi faktor BAP dicabut sehingga gambaran utuh bukan sekadar keterangan tidak benar hingga di tingkat penyidikan seperti ini. Tadi sudah disampaikan penyidik akan semaksimal mungkin melakukan pendalaman,

Febri Diansyah Kabiro Humas KPK

JAKARTA - KPK langsung memeriksa Miryam Haryani usai ditangkap tim Polda Metro Jaya. Miryam diharapkan mau buka-bukaan soal para pengancam yang membuat dirinya mencabut keterangan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) dalam sidang dugaan korupsi e-KTP.

"Kita juga imbau kepada tersangka untuk buka seluas-luasnya keterangan apa saja yang diketahui yang bersangkutan," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (1/5/2017).

Tim penyidik menurut Febri akan menelusuri pihak-pihak yang melatarbelakangi pencabutan keterangan Miryam dalam sidang 23 Maret. Miryam kemudian bersaksi memberikan keterangan yang bertolak belakang dengan menyebut tidak tahu menahu soal bagi-bagi duit e-KTP.

"Kita telusuri siapa dan apa saja yang jadi faktor BAP dicabut sehingga gambaran utuh bukan sekadar keterangan tidak benar hingga di tingkat penyidikan seperti ini. Tadi sudah disampaikan penyidik akan semaksimal mungkin melakukan pendalaman," imbuhnya.

Miryam ditetapkan sebagai tersangka setelah bersaksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi proyek e-KTP. Saat itu, Miryam mengaku tidak menerima dan membagikan uang terkait dengan perkara tersebut.

Namun, dalam berita acara pemeriksaan (BAP), Miryam memaparkan dengan detail tentang bagi-bagi uang itu. Akhirnya majelis hakim meminta jaksa KPK menghadirkan 3 penyidik KPK yang dikonfrontasi dengan Miryam.

Namun Miryam tetap pada pendirian mencabut keterangannya dalam BAP tersebut. KPK kemudian menetapkan Miryam sebagai tersangka pemberian keterangan palsu. Miryam disangkakan dengan Pasal 22 jo Pasal 35 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

KPK kemudian menetapkan Miryam sebagai buron setelah dua kali mangkir dari panggilan penyidik pada 13 April dan 17 April. Dalam kasus Miryam, KPK memeriksa sejumlah saksi yakni terdakwa dugaan korupsi e-KTP, Irman dan Sugiharto, pengacara Elza Syarief dan pengacara Farhat Abbas.

Selain itu dilakukan juga penggeledahan di 4 lokasi yakni rumah Miryam Haryani di Tanjung Barat, Jagakarsa, Jaksel, dan kantor seorang pengacara di The H Tower.

Lokasi penggeledahan ketiga adalah rumah seorang saksi di Jalan Lontar, Lenteng Agung Residence, serta lokasi keempat adalah rumah seorang saksi di Jalan Semen, Perum Pondok Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Kode:47
Sumber:news.detik.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...