Soal Gabung ke PNA,

Ini Jawaban Zaini Abdullah

FOTO | ISTIMEWA.
A A A

Saya percaya pembangunan kedepan akan lebih baik dan Aceh dapat menjadi salah satu pusat peradaban Islam di seluruh dunia. Pada kesempatan ini saya berpesan kepada seluruh rakyat Aceh untuk memberikan dukungan penuh kepada sahabat saya ini untuk menjalankan roda pemerintah untuk lima tahun kedepan,

dr. H. Zaini Abdullah Gubernur Aceh

BANDA ACEH - Gubernur Aceh Zaini Abdullah menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Kongres I PNA yang berlangsung di Banda Aceh, Senin (01/05). Dan pada kesempatan itu Zaini Abdullah yang merupakan bekas anggota Tuha Peut Partai Aceh secara resmi disematkan baju PNA.

Penyematan baju itu dilakukan oleh Ketua DPP PNA Irwansyah disela-sela kegiatan kongres pertama sejak PNA didirikan lima tahun silam.

Meski demikian Doto Zaini mengaku masih terlalu dini untuk dirinya bergabung dengan PNA, akan tetapi Zaini mengaku dirinya hanya sebatas simpatisan.

“Kita lihat nanti macam mana, yang penting sekarang adalah kita harus sama-sama untuk membangun Aceh,”lanjutnya.

Pada kesempatan itu Zaini berharap kepada gubernur Aceh terpilih Irwandi Yusuf untuk menjadi pemimpin yang lebih baik bagi Aceh.

Zaini juga mengingatkan agar apa yang sudah diraih dalam Pileg 2014, dan Pilkada 2017, jangan menjadikan PNA lupa akan missi utama perjuangan. Ia meminta agar PNA membuktikan diri sebagai partai lokal yang amanah terhadap mandat rakyat Aceh.

“Saya percaya pembangunan kedepan akan lebih baik dan Aceh dapat menjadi salah satu pusat peradaban Islam di seluruh dunia. Pada kesempatan ini saya berpesan kepada seluruh rakyat Aceh untuk memberikan dukungan penuh kepada sahabat saya ini untuk menjalankan roda pemerintah untuk lima tahun kedepan,”ujarnya.

Sementara itu Ketua MPP PNA Irwandi Yusuf mengaku dengan bersedianya Abu Doto memakai jas PNA menjadi sebuah penghormatan bagi pihaknya. Terkait mau tidaknya Abu Doto gabung ke PNA, Irwandi menyerahkan sepenuhnya kepada Gubernur Aceh periode 2012-2017 itu. “Kalau beliau mau atau tidak mau jangan dijawab sekarang,”ujar Irwandi.

Pada kesempatan itu Irwandi mengaku menginginkan agar PNA kedepan menjadi partai kader yang demokratis dan modern.

Terkait pergantian nama Partai Nasinal Aceh, Irwandi mengusulkan agar diganti menjadi menjadi Partai Negeriku Aceh. Namun demikian menurut Irwandi saat ini meskipun hanya memiliki tiga kursi di DPR Aceh disebut partai berkuasa, karena gubernur Aceh berasal dari PNA.

“Setelah saya dilantik nanti maka PNA adalah partai yang sedang berkuasa, akan tetapi kita belajar dari PDA yang sudah tiga kali ganti nama, maka kita harus dapatkan satu fraksi pada Pileg 2019 nanti, agar kedepan tidak perlu lagi ganti nama,”ujarnya.

Namun demikian Irwandi mengaku tidak ingin PNA menguasai suara dominan di DPRA, karena ia mengaku khawatir akan terjadi kezaliman manyoritas.

“Memang dalam demokrasi demoinasi dibolehkan, tapi seharusnya setiap dominasi harus dibarengi hal lain yang tidak menzalimi. Jadi anggota DPRA PNA saya harap tetap memberikan warna di DPRA,”ujarnya.

Kode:47
Sumber:antero
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...