Bukan Uji Coba Nuklir,

‘Big Event’ Korut Cuma Peresmian Jalan

FOTO | REUTERSPemimpin Korut, Kim Jong-un, meresmikan kawasan Ryomyong Street di Ibu Kota Pyongyang.
A A A
Penyelesaian Ryomyong Street adalah salah satu contoh dari kemenangan brilian berdasarkan kemandirian dan pengembangan diri terhadap manuver oleh Amerika Serikat (AS) dan pasukan pengikutnya,

PYONGYANG - Ditengah ketakutan bakal melakukan uji coba bom nuklir, rahasia atas acara "big event" yang merupakan sebuah peristiwa yang besar dan penting Korea Utara (Korut) akhirnya terjawab. Ternyata "big event" Korut, yang mengundang wartawan asing untuk meliput, hanyalah peresmian jalan dari kawasan gedung pencakar langit baru yang berjajar di Ibu Kota Pyongyang.

Acara ini dipimpin langsung oleh pemimpin Korut Kim Jong-un dan disaksikan oleh ribuan pasang mata, termasuk sekitar 200 wartawan asing yang diundang oleh rezim Komunis itu seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat (14/4/2017).

Meskipun kekhawatiran menyeruak bahwa Pyongyang mungkin akan melakukan uji coba nuklir, suasana di Ibu Kota Korut itu begitu tenang. Kendati begitu, sejumlah warga berbicara dengan nada menantang.

Para wartawan asing diundang untuk meliput hari nasional terbesar Korut, yang disebut sebagai "Hari Matahari", pada hari Sabtu mendatang. Hari itu juga menandai ulang tahun ke-105 pendiri negara Kim Il-sung.

Deretan gedung pencakar langit baru tersebut berada di kawasan ayang diberi nama Ryomyong Street. Kawasan ini dibangun dalam waktu kurang dari satu tahun. Terdapat lebih dari 20 bangunan, masing-masing terdiri dari sekitar 30 atau 40 lantai.

"Ini sangat signifikan, peristiwa besar, lebih kuat dari ledakan ratusan bom nuklir di atas kepala musuh," kata Perdana Menteri Korut, Pak Pong-ju, seperti dikutip dari Reuters.

"Penyelesaian Ryomyong Street adalah salah satu contoh dari kemenangan brilian berdasarkan kemandirian dan pengembangan diri terhadap manuver oleh Amerika Serikat (AS) dan pasukan pengikutnya," imbuhnya menggunakan deskripsi yang khas untuk AS dan sekutunya.

Jong-un sendiri tidak berbicara tapi sebentar-sebentar bertepuk tangan. Setelah sekitar 20 menit berpidato, pita merah kemudian dikibarkan di atas panggung. Jong-un kemudian memotong pita itu sebagai tanda Ryomyong Street resmi dibuka dan kemudian beranjak pergi.

Kode:47
Sumber:sindonews.com
Rubrik:Internasional

Komentar

Loading...